PORTOFOLIO MINGGU KE -8
Nama : FADLULLAH
Alamat : Jln Pamijen Desa
Sampih Kecamatan Susukan Lebak
E- Mail :fadlufadlo@gmail.com
Semester : 1( SATU) C
MATERI
TEMA TEMA TARBAWI
1. Tema
Tarbawi Tentang Belajar
Ajaran Islam menekankan pentingnya membaca,
menelaah, meneliti segala sesuatu yang terjadi di alam raya ini. Membaca,
menelaah, meneliti hanya bisa dilakukan oleh manusia, karena hanya manusia
makhluk yang memiliki akal dan hati. Selanjutnya dengan kelebihan akal dan
hati, manusia mampu memahami fenomena-fenomena yang ada di sekitarnya, termasuk
pengetahuan.
Dasar perintah membaca dalam Islam
adalah Q.S. al-Alaq ayat 1-5. Ada berbagai penafsiran kata “iqra”,
diantaranya yang diungkap oleh pemakalah adalah perintah bersiap-siap untuk
membaca ayat-ayat Allah yang sudah mulai diturunkan dari surat al-Alaq ini dan
ayat-ayat selanjutnya yang akan diturunkan kemudian. Dengan turunnya surat ini
sebagai pertanda Nabi Muhammad diangakat menjadi Rasul Allah.
Kata iqra di
gunakan dalam arti membaca, menelaah, meneliti dan menyampaikan. Wahyu pertama
itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Qur’an menghendaki
umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi rabbika,
dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti
bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam,
tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang
tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat
dijangkaunya.
Kaitannya dengan surat Al-Alaq sangat
jelas, bahwa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan manusia sebagai makhluk
sempurna yang diberikan potensi yang luar biasa yaitu akal. Allah memerintahkan
manusia untuk menggunakan akal pikiran dengan sebaik-baiknya melalui
proses iqra, sebagaimana disebutkan pada awal surat Al-Alaq.
Apabila ditafsirkan, kata iqra ini sangat luas sekali
maknanya, setidaknya dapat dipahami dalam kandungannya memberikan proses dasar
pendidikan bagi manusia dengan mengembangkan kemampuan akalnya (intelektual)
sendiri.
Dengan demikian, kaitan tema tarbawi
tentang belajar dengan surat al-Alaq adalah terdapat dalam kata pertama
yaitu iqra sebagai perintah membaca dimana membaca merupakan
pintu gerbangnya ilmu pengetahuan. Adanya perintah membaca itu juga sudah
dibekali sebelumnya dengan ruh, jasad, hati dan akal sebagai potensi yang telah
dipersiapkan dan dirancang oleh Allah ketika menciptakan manusia, sehingga
memiliki kemampuan untuk membaca, berfikir, memahami dan mengembangkan ilmu
pengetahuan. Selain itu, terdapat juga dalam kalimat allama bil qalam,
dimana melalui perangkat qalam (tulisan, buku, kitab) manusia dapat mempelajari
segala ilmu pengetahuan.
2. Tema
Tarbawi Tentang Mengajar
Manusia, khususnya umat Islam,
selain berkewajiban untuk menuntut ilmu juga berkewajiban untuk mengajarkan
ilmu kepada orang lain agar fungsi kekhalifahan dapat berlanjut kepada generasi
berikutnya sehingga dalam menjalankan fungsinya manusia tidak tersesat karena
adanya ilmu. Dalam Al-Qur'an surat at-Taubah ayat 122, maksudnya adalah mengapa
tidak segolongan saja atau sebagian saja yang berangkat ke medan tempur
sementara orang-orang mumin yang lainnya dapat mendalami agama mereka agar
ketika para mujahid yang berangkat ke medan perang dimana mereka tentu tidak
akan sempat memperdalam ilmu agama, dapat diajarkan tentang ilmu agama setelah
kepulangan mereka oleh para penuntut ilmu.
Ayat ini turun ketika semangat kaum
muslimin untuk jihad ke medan pertempuran mencapai puncaknya, semua kalangan
umat Islam berbondong-bondong untuk ikut berjihad dimedan perang. Sehingga
tidak ada lagi orang yang tinggal untuk memperdalam ilmu ke-Islaman. Yang
dilakukan kaum muslimin sangat beralasan, karena begitu mulianya orang yang
berjihad ke medan pertempuran melawan kaum kafir, apalagi mati sebagai syuhada. Inilah
yang menjadi motivasi kaum muslimin. Orang yang syahid dianggap tidak mati,
karna ia akan mendapat kemenangan disisi Allah subhanahu
wata’ala. Allah sangat mengapresiasi mereka, tetapi agar
ilmu keislaman tidak terputus, maka sebagian kaum muslimin diharuskan ada yang
secara khusus memperdalam ilmu agama.
3. Tema
Tarbawi Tentang Fungsi Ilmu
Dalil tarbawi tentang fungsi ilmu
diantaranya adalah terdapat dalam Al-Qur'an surat al-Mujadilah ayat 11. Dalam
ayat tersebut dimulai dengan adab bermajlis agar berlapang-lapang di dalam
majlis ilmu atau pendidikan. Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa kedudukan
orang beriman dan berilmu sangat tinggi derajatnya di hadapan Allah. Ayat ini
juga sekaligus menjelaskan bahwa salah satu fungsi ilmu adalah agar Allah
mengangkat derajatnya bagi para penuntutnya atau pembelajarnya sedangkan dia
dalam keadaan beriman.
Pada sesi selanjutnya,
disampaikan oleh pak dosen bahwa baik pemakalah yang sebelumnya atau pemakalah
hari ini masih sama masalahnya tentang gagasan. Dalam membuat makalah maka
perlu mengkaji terlebih dahulu banyak sumber baik dari buku maupun dari sumber
lainnya. Perlu bagi pemakalah atau presenter siapapun untuk menerima masukan
atau usulan dari yang lain sekiranya usulan tersebut dinilai baik, artinya tidak
harus mempertahankan pendapatnya jika pendapatnya itu dirasa masih ada
kekurangan.
Selanjutnya pak dosen memberikan
pengarahan tentang masalah gagasan atau tema-tema yang perlu dikemukakan di
dalam sebuah makalah. Misalnya tema-tema apa saja yang terdapat di dalam
Al-Qur'an, walaupun dikemukakan secara global. Klasifikasi tema-tema pendidikan
apa saja yang perlu diangkat dalam tafsir dan kajian Hadits, berikut
metode-metode, materi-materi dan isu-isu lainnya. Misalnya bagaimana
tanggungjawab negara terhadap pendidikan? Tentang perkembangan teknologi IT
bagaimana menurut tinjauan Al-Qur'an dan Hadits? Bagaimana pandangan tafsir
tarbawi tentang komersialisasi pendidikan yang akhir-akhir ini marak di dunia
pendidikan, apakah dengan biaya yang semakin mahal di suatu lembaga pendidikan
semakin meningkat pula kualitas pendidikannya? Atau bagaimana
sesungguhnya?
Selain itu, tema-tema apa saja yang
sudah dibahas orang? Dan tema-tema apa saja yang belum banyak dibahas orang
dalam hal tafsir tarbawi yang bersumber dari Al-Qur'an? Misalnya tentang
berlapang-lapang di dalam majlis, jika dibahas secara tradisional atau klasik,
itu kan sudah banyak dibahas orang. Tetapi bagaimana halnya jika ditinjau dalam
konteks teknologi modern di zaman sekarang ini, di era online atau internet,
dimana orang berkumpul itu sudah tidak lagi selalu berkumpul/bermajlis di satu
tempat dengan berdesak-desakan. Di era sekarang orang-orang berkumpul dalam
satu majlis/kelas tapi tempatnya saling yang berjauhan misalnya dengan aplikasi
zoom meeting. Bagaimana adab majlis saling berlapang-lapang atau apabila ada
perintah disuruh berdiri dalam konteks kontemporer melalui majlis zoom meeting
tersebut. Apabila dapat dibahas dengan sudut pandang tafsir tarbawi, kan itu
sangat keren. Demikianlah diantaranya satu pencerahan dan inspirasi yang
disampaikan oleh pak dosen di akhir pertemuannya.
Komentar
Posting Komentar