PORTOFOLIO MINGGU KE -4
Nama : FADLULLAH
Alamat : Jln Pamijen Desa
Sampih Kecamatan Susukan Lebak
E- Mail :fadlufadlo@gmail.com
Semester : 1( SATU) C
MATERI
TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN PERSPEKTIF TAFSIR HADIST
A. Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan buaian tempat anak melihat cahaya kehidupan pertama, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan meninggalkan kesan yang mendalam terhadap watak, pikiran serta sikap dan perilaku anak. Ini menunjukkan bahwa setiap orang tua pasti menginginkan keberhasilan dalam pendidikan anak-anaknya. Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan dapat terwujud tanpa adanya usaha dan peran dari orang tua itu sendiri. Mendidik anak termasuk kewajiban terbesar bagi para orang tua. Sebagaimana seorang ayah bertanggung jawab dalam membina fisik dan tubuh anak-anaknya dan juga dituntut untuk bertanggung jawab dalam mendidik dan membina akhlak dan spiritual mereka. Yaitu dengan jalan berupaya membersihkan jiwa-jiwa mereka dalam meluruskan akhlaknya. Pentingnya mendidik anak itu dimulai sejak dini karena perkembangan jiwa anak telah mulai tumbuh sejak kecil sesuai fitrahnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw yang artinya: “Setiap anak dilahirkan atas fitrah (kesucian Agama yang sesuai dengan naluri), sehingga lancar lidahnya, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia beragama Yahudi, Nasrani atau Majusi.” ( H.R. Abu ya‟la, Thabrani dan Baihaqi
Melalui pendidikan terhadap anak khususnya, orang tua akan terhindar dari bahaya fitnah dan terhindar pula dari bahaya siksa api neraka, sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam surah At-Tahrim ayat 6.
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim ayat 6)
Tanggung
Jawab Orang Tua Dalam Mendidik Anak Orang tua merupakan pendidik utama dan
pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima
pendidikan. Salah satu bentuk tanggung jawab orang tua terhadap anak di dalam
keluarga adalah dengan mendidik anak-anaknya. Bentuk tanggung jawab tersebut
menjadi kewajiban dan kewajiban tersebut dipertegas dalam firman Allah berikut:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikatmalaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim:6)
PORTOFOLIO MINGGU KE -4
Nama : FADLULLAH
Alamat : Jln Pamijen Desa
Sampih Kecamatan Susukan Lebak
E- Mail :fadlufadlo@gmail.com
Semester : 1( SATU) C
MATERI
REWARD DAN HUKUMAN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR HADIS
A. MaknaPenghargaandanHukumandalamPendidikan
1.
Reward/Penghargaan
Penghargaan dalam proses pelaksanaan pendidikan sebagai
bentuk bagian darimetode pembelajaran merupakan bagian terpenting untuk
motivasi bagi pesertadidik.3 Melihat hal ini maka beberapa ahli
memaknai “penghargaan” ini
bervariatifsesuaidenganpengalamandanbidangmasing-masingparaahli.
Purwanto (2006) arti penghargaan adalah untuk setiap anak
yang berhasilmelakukankebaikan/prestasi/keberhasilandisetiapaktifitasnyasehari-hari,baikdalam
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Setiap penghargaan yangdiberikan oleh
anak tidak harus berwujud materi, namun nilai-nilai moral yangbersifat
positif seperti pujian dan apresiasi juga merupakan penghargaan untuk anaksehingga anak mengetahui hakikat kebaikan. Pendidikan yang dilakukan
terhadapanak mencakup wilayah yang komprehensif sehingga anak merasakan
kenyamanandalambelajar secaraakademikmaupunmemahamiartikehidupan.4
Maslow sepertiyangdikutipolehMariaJ.Wantahmenjelaskanbahwapenghargaan menjadi motorpenggerakutama manusia untuk mampu
melakukansesuatu dalam rangka mengaktualisasikan diri sebagai makhluk yang sempurna.Melalui berbagai media
dan proses yang ada manusia terus berusaha mencapaikesempurnaan hidup sebagai bagian dari naluri manusia.
Melalui penghargaan yangpositif,
baik berupa materi maupun non materi, jika hal ini dilakukansecarakonsisten,
maka akan mamberikan kontribusi positif terhadap manusia untukmelakukantindakanyanglebihbaikdalamdirinya.Bisadipastikanbahwapenghargaanyangpositifakanmampumeningkatkanproduktivitasmanusiadalam.
Penghargaan merupakan bentuk apresiasi terhadap pelaku
kebaikan, siapapunitu. Bentuk penghargaan sendiri sangat variatif, bisa dalam
bentuk materi atau nonmateri, prinsipnya adalah untuk membangkitkan semangat
anak yang telah berhasilmelakukan kebaikan. Karena secara naluri siapapun yang
telah melakukan kebaikanselalu ingin diberikan penghargaan, dan ini adalah
bagian dari psikologi manusiasebagai makhluk. Maka dari itu Allah melalui Al-Qur’an juga
memberikan apresiasikepadamanusiaataskebaikan yangtelahmerekalakukan.
Dalambeberapakajianyangtelahdilakukandalamlingkuppendidikanmenunjukkan
hasil bahwa melalui pemberian penghargaan kepada siswa dalambentukhadiahternyatasangatefektifdalammeningkatkanmotivasibelajar.Pemberianhadiahlebihefektifdaripadamarahkepadasiswa,memberikanhukuman,ataubahkanhanyamembiarkansiswadisaatsiswamendapatkanprestasi. Disisi lain banyak juga yang tidak setuju dengan
metode pemberian hadiahatau penghargaan
yang terlalu sering. Hal ini dikarenakan mereka khawatir jikapemberian hadiah
ini akan memunculkan persepsi dalam diri siswa bahwa tidakakanmelakukan
sesuatujikatidakmendapatkan hadiah. Melihatduahalberbedaini maka hal yang tepat adalah dengan memberikan hadiah
secara proporsionalitassecarawajar.Perkarayang
berlebihandalamhalapapuntentunyaakanmengakibatkanhalnegatifdalamdirisiswa.
1. Punishment/Hukuman
SepertiyangdijelaskanolehAmirDaienIndrakusumabahwahukumandiberikan
kepadaanak sebagai bentuktindakan terakhiratas kesalahan yangdilakukan. Disaat
anak telah diberikan peringatan sekaligus teguran yang
positif,namunbelumadaperubahandalamdirianakdengankesalahannya,makadijatuhkanlahhukuman.
Hukuman diberikan kepada anak supaya anak mengetahui dan sadar diri ataskesalahanyangdilakukan.Bahwasetiapkesalahanatastindakansemuanyamemilikiresikodalammempertanggungjawabkannya.Anakharusbelajartanggungjawab
atas kesalahan yang berulang dilakukan. Melalui hukuman inibanyak nilai yang akan tertanam dalam diri anak, mulai
tanggungjawab, disiplin diri,dan sikap berhati-hati. Diharapkan dengan hukuman
ini anak tidak akan melakukanpelanggaran terhadapaturan yangtelahdisepakati
dengan penuhkesadaran.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akanKami
masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,Kami ganti
kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakanazab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
(Q.S. An-Nisa’,4:56).
Komentar
Posting Komentar