PORTOFOLIO MINGGU KE -9
Nama : FADLULLAH
Alamat : Jln Pamijen Desa
Sampih Kecamatan Susukan Lebak
E- Mail :fadlufadlo@gmail.com
Semester : 1( SATU) C
Bunyi hadist
a. Sebagai Orang Tua
Artinya: “
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya saya menempati posisi orang tuamu. Aku akan mengajarmu. Apabila salah seorang kamu mau buang hajat, maka janganlah ia menghadap atau mebelakangi kiblat, janganlah ia beristinjak (membersihkan dubur sesudah buang air) dengan tangan kanan. Beliau menyuruh beristinjak (kalau tidak dengan air), dengan tiga batu dan melarang beristinjak dengan kotoran (najis) dan tulang.”
b. Sebagai Pewaris Nabi
Sehubungan dengan kedudukan ini, Nabi SAW. bersabda:
Abu Dada’ berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang menempuh jalan mencari ilmu, akan dimudahkan Allah jalan untuknya ke sorga. Seungguhnya Malaikatmenghamparkan sayapnya karena senang kepada pencari ilm. Sesungguhnya pencari ilmu dimintakan ampun oleh orang yang ada di langitdan bumi, bahkan ikan yang ada dalam air. Keutamaan orang berilmu dari orang yang beribadah adalah bagaikan kelebihan bulan malam purnama dari semua bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi. Nabi tidak mewariskan emas dan perak, tetapi ilmu. Siapa yang mencari ilmu hendaklah ia cari sebanyak-banyaknya”.
c. Asbabull wurud
Setelah diteliti penulis tidak menemukan asbabull wurud dari hadist ini
d. Sarahan hadist
1) Kedudukan pendidik Sebagai Orang Tua
Dalam hadis di atas dengan jelas Rasulullah saw. mengatakan bahwa diri beliau itu adalah bagaikan orang tua dari para sahabatnya. Pengertian bagaikan orangtua adalah mengajar, membimbing dan mendidik anak-anak seperti yang dilakukan oleh orangtua. Rasulullah SAW. mengajarkan kepada sahabat bagaimana adab buang hajat. Sebenarnya, persoalan ini adalah pesoalan orangtua. Akan tetapi, Nabi yang tidak diragukan lagi bagi umat Islam, sebagai maha guru, pendidik ulung bagi umat Islam mau juga mengajarkan hal itu.
Pendidik (guru di sekolah) perlu menyadari bahwa ia adalah melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh Allah dan orangtua peserta didik kepadanya. Mendidik anak harus didasarkan pada rasa kasih sayang. Oleh sebab itu, pendidik harus memperlakukan peserta didiknya bagaikan anaknya sendiri. Ia harus berusaha dengan ikhlas agar peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Pendidik tidak boleh merasa benci kepada peserta didik karena sifat-sifat yang tidak disenanginya.
2) Kedudukan pendidik Sebagai Pewaris Nabi
Dalam hadis di atas dikemukakan beberapa hal penting. Yang berkaitan erat dengan tema ini adalah "ulama adalah pewaris Nabi". Pendidik, dalam hal ini terutama guru, adalah orang yang berilmu penegtahuan. Dengan demikian, ia termasuk kategori ulama. Jadi, ia adalah pewaris para Nabi. Sebagai pewaris Nabi, tentu guru tidak dapat mengharapkan banyak harta karena beliau tidak mewariskan harta. Akan tetapi, Rasulullah SAW. tidak pernah melarang orang berilmu termasuk pendidik untuk mencari harta kekayaan selama proses itu tidak mengurangi upaya pengambilan warisan beliau yang sebenarnya, yaitu ilmu pengetahuan.
e. Analisis pendidikan
Masyarakat manganggab bahwa pekerjaan mendidik atau jabatan sebagai seorang guru adalah yang rendah jika di bandingkan dengan pekerjaan lai seperti di kantor BUMN pengusaha dan sebagai nya.
Ini disebabkan karena pandangan masyarakat bersifat materialistic yang mempetaruhkan harta benda. Tetapi kalu dilhat secara mendalam bahwa pekerjaan seorang guru adalah suatu pekerjaan yang luhur dan mulia, baik di tinjau dari sudut masyarakat, Negara, dan dari sudut ke agamaan.
Dalam ajaran islam pendidik sangatlah dihargai kedudukannya. Hal ini di jelaskan oleh Allah maupun rasul- Nya.
Firman Allah SWT, surat Al-Mujadillah; 11, yang berbunyi:
Artinya:
“Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Sabda rasulullah SAW,
Artinya:
“ sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-quran dan mengerjakannya”
Firman Allah dan sabda rasul tersebut menggabarkan tingginya kedudukan orang yang mempunyai ilmu pengetahuan. Hal ini berasalan bahwa dengan pengetahuan dapat mengantarkan manusia untuk selalu berfikir dan menganalisa hakikat semua fenomena yang ada pada alam. Sehingga mampu membawa manusia semakin dekat dengan Allah. Dengan kemampuan yang ada pada manusia terlahir teori-teori untuk kemaslahatan manusia.
C. Keutamaan pendidik
1. Bunyi hadist
a. Terbebas dari Kutukan Allah
Sehubungan dengan ini terdapat hadis sebagai berikut:
Artinya:
“Abu Hurairah meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah ! bahwa sesungguhnya dunia dan segala isinya terkutuk kecuali zikir kepada Allah dan apa yang terlibat dengannya, orang yang tahu (guru) atau orang yang belajar.”
b. Didoakan oleh Penduduk Bumi
Artinya:
“Abu Umamah al-Bahiliy berkata: diceritakan kepada Rasulullah saw. dua orang laki-laki, yang satu 'abid (orang yang banyak beribadah) dan yang satu lagi 'alim (orang yang banyak ilmu). Maka Rasulullah saw. bersabda: kelebihan seorang alim daripada orang yang beribadah adalah bagaikan kelebihanku daripada seorang kamu yang paling rendah. Kemudian Rasulullah saw. berkata (lagi): Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi sampai semut yang berada dalam sarangnya serta ikan berselawat (memohon rahmat) untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (pendidik, guru).”
c. Mendapat Pahala Berkelanjutan
Sehubungan dengan keutamaan ini ditemukan hadis sebagai berikut:
Artinya:
“Abu Hurairah meriwatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila manusia telah meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya”.
2. Asbabull wurud
Setelah diteliti penulis tidak menemukan asbabull wurud dari hadist ini
3. Sarahan hadist
a. Terbebas dari Kutukan Allah
Dalam hadis ini ditegaskan bahwa orang yang tahu (guru, pendidik) adalah orang yang selamat dari kutukan Allah. Ini merupakan keutamaan yang sangat berharga. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa tidak semua orang yang berpredikat guru dijamin Rasulullah SAW. selamat dari kutukan. Guru yang beliau maksudkan adalah guru yang berilmu, mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya dengan ikhlas untuk mendapatkan keridaan Allah.
b. Didoakan oleh Penduduk Bumi
Informasi dalam hadis di atas mencakup bahwa Allah memberikan rahmat dan barakah kepada guru. Selain itu, malaikat dan penduduk langit dan bumi termasuk semut yang berada dalam sarang, ikan yang berada dalam laut mendoakan keaikan untuk guru yang mengajar orang lain. Ini semua adalah keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada guru.
c. Mendapat Pahala Berkelanjutan
Dalam hadis di atas terdapat informasi bahwa ada tiga hal yang selalu diberi pahala oleh Allah pada seseorang kendatipun ia sudah meninggal dunia. Yaitu; (1) sedekah jariyah (wakaf yang lama kegunaannya), (2) ilmu yang bermanfaat, dan (3) doa yang dimohonkan oleh anak yang saleh untuk orang tuanya. Sehubungan dengan pembahasan ini adalah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang diajarkan oleh seseorang ('âlim, guru) kepada orang lain dan tulisan (karangan) yang dimaksudkan oleh penulis untuk dimanfaatkan orang lain. Pahala yang berkelanjutan merupakan salah satu keutamaan yang bakal diperoleh oleh pendidik (guru).
Keutamaan ini diberikan kepada guru karena ia sudah memberikan sesuatu yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Al-Ghazali mengemukakan bahwa Hasan al-Bashri berkata: Kalau sekirarnya orang-orang berilmu tidak ada, niscaya manusia akan bodoh seperti hewan, karena hanya dengan mengajar, para ulama dapat menaikkan orang banyak dari tingkat kehewanan ke tingkat kemanusiaan. Selain dengan mengajar, seorang alim/guru juga dapat menyebarluaskan ilmu kepada orang lain melalui aktivitas karang mengarang.
4. Analisis pendidikan
Islam mengajarkan bahwa pendidik pertama dan utama yang paling betangagung jawab terhadap perkembangan anak didik adalah orang tua. Islam memerintahkan kedua orang tua untuk mendidik diri dan keluarganya terutama anak-anak nya agar mereka terhindar dari azab yang pedih. Dalam firman Allah surat At-Tahrim berbunyi:
Artinya:
“Hai orangorang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.
Karena kedua orang tua harus mencari nafkah untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, terutama kebutuhan material, maka orang tua kemudian menyerahkan anak nya kepada pendidik disekolah ( murabbi, mualllim, atua muaddib) untuk pendidik. Dalam teknologi pendidikan modern, para pendidik ini disebut orang yang memberikan pelajaran kepada anak didik dengan memegang satu disiplin ilmu tertentu disekolah. Selain itu orang-orang yang terlibat dalam proses pendewasaan anak melalui pengembangan jasmamni dan rohaninya adalah pendidik.
Komentar
Posting Komentar