Langsung ke konten utama

PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRITIS DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS

 


PORTOFOLIO MINGGU KE -1

Nama               : FADLULLAH

Alamat             : Jln Pamijen Desa Sampih Kecamatan Susukan Lebak  CIREBON

E- Mail            :fadlufadlo@gmail.com

Semester          : 1( SATU) C

 

MATERI

PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRITIS DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS

a.Pengertian Kritisisme dalam Islam Berpikir kritis

 merupakan salah satu ajaran yang mendasar dalam Islam. Akar kritisisme dalam Islam berawal dari sejarah Islam itu sendiri yang ditampakkan oleh Nabi Muhammad saw. saat awal mula melakukan dakwah Islam di Makkah. Ditilik dari pespektif historis, masyarakat Jahiliyah dengan sekelumit kehidupannya adalah tantangan utama Nabi saw. dalam menyebarkan akidah islamiyah.

Jika Nabi melawan hegemoni kesesatan dan kemaksiatan pada awal menyebarkan Islam, maka Paulo Freire (salah satu tokoh yang menggagas pendidikan kritis) menghadapi hegemoni kapatalisme yang menyeruak dunia pendidikan yang dalam pandangannya sangat memprihatinkan. Peserta didik digembleng sesuai dengan tuntutan pasar serta aktivitas pendidikannya terbentang jarak dengan realitas sosial. Maka dari itu, Freire menawarkan suatu konsep pendidikan yang dalam prosesnya membangun keakraban peserta didik dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan untuk berpikir kritis merupakan produk dari proses pendidikan sebagaimana yang diusung oleh Freire, yang penekanannya pada upaya untuk memanusiakan manusia.

b. Perspektif Pendidikan Kritis dalam Al-Qur’an dan Hadits Kritisisme

memiliki perhatian yang cukup serius terhadap humanisme. Dalam Islam, pandangan tentang humanisme dapat dieksplorasi dengan mengembalikan pemaknaan agama pada nilai-nilai kemanusiaan. Manusia perlu ditempatkan sebagai subjek dan objek dalam proses humanisasi agama. Apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat adalah tujuan dari pembelaan agama. Secara vertikal dan transendental, bisa saja pengamalan agama untuk orientasi kepada Tuhan, tetapi dalam agama juga terkandung dimensi horizontal, imanental dan humanistik, yaitu beragama manusia dan demi memenuhi harapan kemanusiaan.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” 9 (QS. al-Hujurāt: 6)

Urgensi Pendidikan Kritis dan Logika Keislaman Ketika dunia didera gelombang globalisasi, pendidikan kian bergeser dari status dan fungsi awalnya. Pendidikan mau tidak mau dipaksa tereduksi hanya sebagai komoditas dan harus terbingkai dalam logika pasar. Peserta didik disibukkan oleh rutinitas studi-studi berdasarkan kurikulum yang terasing dari kehidupan sosial. Peserta didik digiring untuk mesin-mesin industri berat, bukan teknologi tepat guna yang murah, mudah dijalankan dan langsung memberi manfaat pada masyarakat kecil.

Pendidikan kritis merupakan suatu proses penyadaran peserta didik dalam memahami realitas kehidupannya, sehingga pada proses selanjutnya peserta didik menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk religius serta makhluk sosial. Dalam Islam, kemampuan untuk berpikir kritis sangat dianjurkan agar umat Islam lebih teliti atau jeli dalam menerima suatu kabar/berita. Akar kritisisme dalam Islam dapat dipahami dari firman Allah dalam QS. al-Hujurāt: 6 serta diperkuat denga hadis Nabi tentang larangan bersikap imma’ah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Karena pentingnya daya nalar kritis dalam menyikapi realita, maka Paulo Freire, salah satu tokoh pendidikan kritis, mengusung suatu konsep pendidikan yang memberikan kebebasan serta perhatian yang lebih pada sisi kemanusiaan. Islam adalah solusi dari setiap keadaan yang terjadi. Melihat realita yang terus mengalami degradasi dari hari ke hari, maka perlu adanya rekonstruksi pendidikan dengan wajah baru yang lebih peka serta produknya tidak hanya disiapkan untuk kebutuhan pasar, tetapi lebih dari itu proses pendidikan yang dilakukan untuk menjadikan mereka (peserta didik) sebagai manusia seutuhnya. Dalam praktik pendidikan kritis, peserta didik dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas dalam melihat realitas sosial serta memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ‘abdun dan khalīfah Allah fī al-ardh

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...