PORTOFOLIO
MINGGU KE -14
Nama :
FADLULLAH
Alamat :
Jln Pamijen Desa Sampih Kecamatan Susukan Lebak
E- Mail :fadlufadlo@gmail.com
Semester :
1( SATU) C
MATERI
PENDIDIKAN
KRITIS DALAM AL QURAN
Ayat Al Quran tentang Berpikir
kritis Surat An Nahl Ayat 43
Bacaan Surat An Nahl Ayat 43
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا
نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا
تَعْلَمُوْنَۙ
Latin Surat An Nahl Ayat 43
wa mā arsalnā ming qablika illā rijālan nụḥī ilaihim
fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum lā ta’lamụn
Terjemah Surat An Nahl Ayat 43
Dan Kami tidak
mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri
wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan
jika kamu tidak mengetahui,
Makna Surat An Nahl Ayat 43
(Dan Kami tidak
mengutus sebelum kamu kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada
mereka) bukannya para malaikat (maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai
pengetahuan) yakni para ulama yang ahli dalam kitab Taurat dan kitab Injil
(jika kalian tidak mengetahui) hal tersebut, mereka pasti mengetahuinya karena
kepercayaan kalian kepada mereka lebih dekat daripada kepercayaan kalian
terhadap Nabi Muhammad saw.
Ayat Al Quran tentang Berpikir kritis Surat Al
Hasyr Ayat 21
Bacaan Surat Al Hasyr Ayat 21
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ
خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا
لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Latin Surat Al Hasyr Ayat 21
lau anzalnā
hāżal-qur`āna ‘alā jabalil lara`aitahụ khāsyi’am mutaṣaddi’am min
khasy-yatillāh, wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la’allahum yatafakkarụn
Terjemah Surat Al Hasyr Ayat 21
Sekiranya Kami
turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk
terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu
Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
Makna Surat Al Hasyr Ayat 21
(Kalau sekiranya
Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung) lalu dijadikan-Nya pada
gunung tersebut akal sebagaimana manusia (pasti kamu akan melihatnya tunduk
terpecah belah) terbelah-belah (disebabkan takut kepada Allah. Dan
perumpamaan-perumpamaan itu) yang telah disebutkan di atas tadi (Kami buat
untuk manusia supaya mereka berpikir) yang karenanya lalu mereka beriman.
Ayat Al Quran tentang Berpikir kritis Surat Al Anam
Ayat 50
Bacaan Surat Al Anam Ayat 50
قُلْ لَّآ اَقُوْلُ لَكُمْ عِنْدِيْ خَزَاۤىِٕنُ اللّٰهِ
وَلَآ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَآ اَقُوْلُ لَكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا
مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ
Latin Surat Al Anam Ayat 50
qul lā aqụlu
lakum ‘indī khazā`inullāhi wa lā a’lamul-gaiba wa lā aqụlu lakum innī malak, in
attabi’u illā mā yụḥā ilayy, qul hal yastawil-a’mā wal-baṣīr, a fa lā
tatafakkarụn
Terjemah Surat Al Anam Ayat 50
Katakanlah
(Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada
padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan
kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.”
Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu
tidak memikirkan(nya)?”
Makna Surat Al Anam Ayat 50
(Katakanlah)
kepada mereka (“Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada
padaku) yang di antaranya ialah rezeki yang diberikan kepadanya (dan tidak)
pula bahwa aku (mengetahui yang gaib) hal-hal yang gaib dariku dan tidak
diwahyukan kepadaku (dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang
malaikat) di antara malaikat-malaikat lainnya. (Tidaklah) tiada lain (aku hanya
mengikut apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang
buta) orang kafir (dengan orang yang melihat?”) orang yang beriman; tentu saja
tidak. (Maka apakah kamu tidak memikirkan) tentang hal itu, kemudian kamu
beriman.
Ayat Al Quran tentang Berpikir kritis Surat Al Baqarah
Ayat 219
Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 219
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ
وَّلَا تُسْـَٔلُ عَنْ اَصْحٰبِ الْجَحِيْمِ
Latin Surat Al Baqarah Ayat 219
innā arsalnāka bil-ḥaqqi basyīraw wa nażīraw wa lā
tus`alu ‘an aṣ-ḥābil-jaḥīm
Terjemah Surat Al Baqarah Ayat 219
Sungguh, Kami
telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira
dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban)
tentang penghuni-penghuni neraka.
Makna Surat Al Baqarah Ayat 219
(Mereka
menanyakan kepadamu tentang minuman keras dan berjudi) apakah hukumnya?
(Katakanlah kepada mereka) (pada keduanya) maksudnya pada minuman keras dan
berjudi itu terdapat (dosa besar). Menurut satu qiraat dibaca katsiir (banyak)
disebabkan keduanya banyak menimbulkan persengketaan, caci-mencaci, dan
kata-kata yang tidak senonoh, (dan beberapa manfaat bagi manusia) dengan
meminum-minuman keras akan menimbulkan rasa kenikmatan dan kegembiraan, dan
dengan berjudi akan mendapatkan uang dengan tanpa susah payah, (tetapi dosa
keduanya), maksudnya bencana-bencana yang timbul dari keduanya (lebih besar)
artinya lebih parah (daripada manfaat keduanya). Ketika Ayat ini diturunkan,
sebagian sahabat masih suka meminum minuman keras, sedangkan yang lainnya sudah
meninggalkannya hingga akhirnya diharamkan oleh sebuah Ayat dalam Surat
Al-Maidah. (Dan mereka menanyakan kepadamu beberapa yang akan mereka
nafkahkan), artinya berapa banyaknya. (Katakanlah), Nafkahkanlah (kelebihan)
maksudnya yang lebih dari keperluan dan janganlah kamu nafkahkan apa yang kamu
butuhkan dan kamu sia-siakan dirimu. Menurut satu qiraat dibaca al-`afwu
sebagai khabar dari mubtada’ yang tidak disebutkan dan diperkirakan berbunyi,
“yaitu huwa….”. (Demikianlah), artinya sebagaimana dijelaskan-Nya kepadamu apa
yang telah disebutkan itu (dijelaskan-Nya pula bagimu Ayat-Ayat agar kamu
memikirkan).
Ayat Al Quran tentang Berpikir kritis Surat Al Baqarah
Ayat 266
Bacaan Surat Al Baqarah Ayat 266
اَيَوَدُّ اَحَدُكُمْ اَنْ تَكُوْنَ لَهٗ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ
وَّاَعْنَابٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ لَهٗ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۙ
وَاَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهٗ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاۤءُۚ فَاَصَابَهَآ اِعْصَارٌ فِيْهِ
نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ
Latin Surat Al Baqarah Ayat 266
a yawaddu aḥadukum an takụna lahụ jannatum min
nakhīliw wa a’nābin tajrī min taḥtihal-an-hāru lahụ fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti
wa aṣābahul-kibaru wa lahụ żurriyyatun ḍu’afā`, fa aṣābahā i’ṣārun fīhi nārun
faḥtaraqat, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la’allakum tatafakkarụn
Terjemah Surat Al Baqarah Ayat 266
Adakah salah
seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan,
kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih
kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga
terbakar. Demikianlah Allah menerangkan Ayat-Ayat-Nya kepadamu agar kamu
memikirkannya.
Makna Surat Al Baqarah Ayat 266
(Apakah ingin
salah seorang kamu mempunyai suatu kebun) atau taman dari kurma dan anggur,
sedang di bawahnya mengalir anak-anak sungai dan di dalamnya terdapat)
buah-buahan (dari berbagai corak dan) sungguh (datanglah masa tuanya) sehingga
ia menjadi lemah dan tak sanggup berusaha lagi, (sedangkan ia mempunyai
keturunan yang lemah-lemah) anak-anak yang masih kecil yang masih dalam
asuhannya. (Maka tiba-tiba kebun itu ditiup angin keras) atau topan (yang
mengandung api hingga terbakar). Maka orang tadi kehilangan kebunnya di saat ia
amat memerlukannya, hingga tinggallah ia bersama anak-anaknya dalam keadaan
bingung dan putus asa, tidak berdaya. Ini merupakan tamsil bagi orang yang
mengeluarkan nafkah dengan ria dan membangga-banggakan dirinya, yakni tentang
hampa dan tiada bergunanya di saat ia amat memerlukannya nanti di akhirat.
Pertanyaan di sini berarti tidak. Dari Ibnu Abbas diterima keterangan bahwa
tamsil ini adalah bagi orang yang pada mulanya gemar mengerjakan kebaikan,
tetapi tergoda oleh setan hingga berbalik mengerjakan kedurhakaan yang membakar
hangus amal-amalannya tadi. (Demikianlah) sebagaimana dijelaskan-Nya apa yang
kita sebutkan itu (Allah menerangkan Ayat-Ayat-Nya kepada kamu supaya kamu
memikirkannya) hingga mendapat pelajaran darinya.
Komentar
Posting Komentar