Langsung ke konten utama

METODOLOGI PEMBELAJARAN TAFSIR DAN HADIST

 


PORTOFOLIO MINGGU KE -5

Nama               : FADLULLAH

Alamat             : Jln Pamijen Desa Sampih Kecamatan Susukan Lebak

E- Mail            :fadlufadlo@gmail.com

Semester          : 1( SATU) C

 

MATERI

METODOLOGI  PEMBELAJARAN TAFSIR DAN HADIST

 

  1. Latar Belakang Masalah

Al-qur’an merupakan kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril AS diturunkan secara mutawatir dan menjadi ibadah bila membacanya. Al-qur’an merupakan mukjizat terbesar nabi Muhammad Saw yang terjaga keasliannya sampai akhir kiamat kelak.

MenurutMuḥammadGhazalī, al-Qur’an adalah kitab luarbiasa yang berisikonsep dan tema-tema yang terbaikdalammendidikmanusia, membangunperadaban dan moralitas. MenurutFaḍil al-Jamalī, al-Qur’an adalah kitab pertama yang berbicaratentangpendidikansecaraumum; termasukpendidikansosial, pendidikan moral, dan khususnyapendidikan spiritual.

a.       PengertianIlmu Tafsir dan Tafsir Tarbawi

 

Sebelumdijelaskanterkaitmetode-metodedalammenafsirkan al-qur’an, alangkahbaiknyakitafahamiduluterkaitpengrtianilmu tafsir daribeberapaahli yang memlikikeilmuandidalamnya, yaitu :

1.      Hasby Ash-Ahiddieqymendefinisikanilmu tafsir sebagaiIlmu yang menerangkantentangsesuatu yang berhubungandengannuzululayat, keadaan-keadaanya, kisah- kisahnya, sebabturunnyatertibmakiyah, madaniyah, muhkam, mutasyabih, nasikh, am, mutlaq, mujmal, mufasar, (mufasahalnya) halal, haram, wa’ad, wai’d, amir, nahyu, ibar, dan amsalnya.

IbnuHayunmendefinisikanilmu tafsir sebagaiberikut:Ilmu tafsir ialahsuatuilmu yang di bahasakandidalamnyacaramenuturkan (menyembunyikan) lafazh-lafazh al-Qur’an, madlul-madlulnyabaikmengenai kata tunggalmaupunmengenai kata-kata tertib dan makna-maknanya yang dipertanggungkan oleh keadaansusunan dan beberapakesempurnaanbagi yang demikiansepertimengetahuinasikh, sebabnuzul, kisah yang menyatakanapa yang tidakterang (mubham) di dalam al-Qur’andan lain-lain yang mempunyaihubungandenganitu.

1.      Badruzzaman M. Yunus, Tafsir Tarbawi adalah disiplin keilmuan yang baru, yang menempati posisi strategis, karena dijadikan sebagai wadah kajian akademik dalam institusi perguruan tinggi. Akan tetapi bagaimanapun, menurutnya, Tafsir Tarbawi belum menjadi disiplin yang mapan karena ia belum mempunyai perangkat, metode dan pendekatan yang proporsional sebagaimana layaknya sebuah disiplin ilmu tafsir.

Dari pengertian para tokohtersebutdiatas, dapatditarikkesimpulanbahwa tafsir tarbawimemilikispesifikasikhususterhadapilmumenafsirkan al-qura’an yang mengkhususkankepadareformulasi

b.        Metode-metode dalam mentafsirkan al-Qur’an

Dalam melakukan penafsiran terhadap al-Qur’an, seorang mufassir harus menguasai kaidah-kaidah Bahasa al-Qur’an, sehingga tafsiran yang dilakukannya tidak keluar dari konteks isi kandungan al-Qur’an untuk melakukan tafsiran secara benar, seorang mufassir harus menggunakan metode-metode atau pokok-pokok pegangan sebagai berikut:

1.    Menghubungkan ayat dengan ayat.

Hal ini dilakukan karena sering kali ayat itu bersifat ringkas pada suatu tempat, sedang keterangannya terdapat di tempat lain. Oleh karena ayat itu ditafsirkan dengan ayat.

2.   Menghubungkan ayat dengan as-Sunah atau Hadits

Apabila mufasir tersebut tidak mendapati keterangan dalam ayat lain, maka ia hendaknya mencari As-Sunah atau hadits

3.    Mengetahui Asbabun Nuzul ayat

4.    Melihat keterangan atau pendapat Para Shahabat.

Apabila Mufasir tersebut tidak mendapati keterangan dalam As-Sunah, maka ia hendaknya mencari keterangan para sahabat ketrangan mereka itu lebih mengetahui maksud-maksd ayat yang di dengarnay dari nabi dan mereka pun menyaksikan sebab-sebab ayat itu turunkan.

5.  Menguasai kaidah yang berlaku dalam bahasa Arab

Apabila mufasir tersebut tidak mendapat keterangan dari para sahabat, maka barulah ia menggunakan undang-undang bahasa Arab, atau menggunakan ijtihadnya.Bila kita hendak memahamkan Al-Qur’an, maka kita hendaknya menggunakan kitab tafsir yang mutabar serta kitab-kitab tafsir yang lain untuk mengetahui penyelidikan-penyelidikan yang dilakukanoleh ulama terhadap tafsir ayat yang dimaksud.

Selain beberapa metode penafsiran yang sudah dijelaskan di atas, seorang mufassir juga disyaratkan:

1.   Mempunyai Aqidah yang benar.

Aqidah memiliki pengaruh kuat bagi seorang mufassir. Apabila seorang mufasir beraqidah buruk, maka kemungkinan ia akan merubah nash-nash dan akan berkhianat dalam meriwayatkan yang ditafsirkannya, ia akan menjuruskan tafsirnya kepada madzhabnya yang tidak benar.

2.   Tidak di pengaruihi oleh Hawa Nafsunya

Hawa nafsu kadang-kadang menjerumuskan para mufassir untuk membela madzhabnya. Kemudian mereka menipu manusia dengan perkataan-perkataan yang indah seperti yang dilakukan oleh Madzhab Qodariyah, Rafidlah, Mutazilah dan lain-lain.

3.   Mengtahui Ilmu Bahasa Arab dan cabang-cabangnya.

4.   Mengetahui Ilmu-ilmu yang bersangkutan dengan al-Qur’an

5.   Mendalamnya paham yang memungkinkan mufassir dalam mentarjihkan suatu makna atas makna yang lain, atau mengistibathkan makna yang sesuai dengan nash-nash syariah.

A.     TAFSIR TARBAWI MEMBENTUK TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Ahmad SyafiiMaarifdalambukunyaMembumikan Islam, salah seorang murid Fazrul Rahman (alm), beliaumengatakanjikakaumMusliminhendakkeluardarikrisisnya, merekaharuskembalikepadakeduasumber (al-qur’an dan hadist) dan menafsirkannyasebagaijawaban yang harusdigeneralisasisebagaiprinsip-prinsip moral yang mampumenghadapikondisi-kondisi yang selaluberubah.

Sehubungandenganini, dalambidang Pendidikan, Rahman  memberikansebuahsolusinyaberkaitandengan problem-problem yang terjadidibelahan dunia ini. Baginyatujuan Pendidikan menurut al-Qur’an adalahmengembangkankemampuan inti manusiadalamcara yang sedemikianrupasehinggaseluruhpengetahuan yang diperolehakanmenyatudengankepribadiankreatifnya.

B.      TAFSIR TARBAWI SURAT AT-TAHRIM AYAT 6

 

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواقُواأَنْفُسَكُمْوَأَهْلِيكُمْنَارًاوَقُودُهَاالنَّاسُوَالْحِجَارَةُعَلَيْهَامَلَائِكَةٌغِلَاظٌشِدَادٌلَايَعْصُونَاللَّهَمَاأَمَرَهُمْوَيَفْعَلُونَمَايُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalahdirimu dan keluargamudariapineraka yang bahanbakarnyaadalahmanusia dan batu; penjaganyamalaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidakmendurhakai Allah terhadapapa yang diperintahkan-Nya kepadamereka dan selalumengerjakanapa yang diperintahkan”

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...