Nama : Mohammad Syahru
Assabana
Prodi : PAI-C
NIM : 21086030044
Mata Kuliah : Tafsir dan Hadits Tarbawi
KONSEP
PENDIDIKAN MODERN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR ’ AN
Pendidikan adalah menjaga manusia tetap dalam fitrahnya sebagaimana
ia dilahirkan supaya tidak tersusupi oleh hawa nafsu yang dihembuskan setan.
pendidikan juga merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan secara terminologi, pendidikan dapat
diartikan sebagai pembinaan, pembentukan, pengarahan, pencerdasan dan pelatihan
yang ditujukan kepada semua anak didik secara formal maupun nonformal dalam
rangka menuju pendewasaan.
Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk menjadikan
manusia sebagai insan yang bertakwa. Sebab takwa merupakan sebaik-baik bekal
untuk menghadapi hari esok. Tanpa takwa manusia akan merasakan kesengsaraan
yang amat pada hari mendatang.
Pendidikan dalam masyarakat pada umumnya memiliki dua peran pokok
yaitu menyampaikan pengetahuan kepada generasi ke
generasi berikutnya dan memberikan bekal kepada manusia dengan keahlian yang
dapat untuk menganalisa, mendiagnosa, dan juga kemampuan bertanya. Pendidikan
Modern adalah cara-cara belajar yang sesuai dengan tuntutan era kekinian, untuk
dapat dipersiapkan anak didik pada masanya. Berkaitan dengan pengertian
pendidikan modern, dikaitkan dengan tujuan pendidikan. Pendidikan modern
berlaku bagi hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan
mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Dasar Pendidikan Islam
Dasar atau landasan pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dari sumber ajaran
Islam itu sendiri, yakni Alquran dan Al-Hadits.
Dasar Pendidikan Islam dalam
Alquran Al-Qur'an diturunkan Allah SWT dalam bahasa Arab Quraisy sesuai dengan
dialek-dialek bangsa Arab sebagai bahasa yang paling fasih. Hal ini ditegaskan
dalam Al-Qur'an surat Ash- Shu’ara/26: 192-195, yang artinya. “Dan sesungguhnya
al-Qur'an itu benar-benar diturunkan oleh Allah semesta alam, dia dibawa turun
oleh Ruh Al- Amin ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang
yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.”
Ayat tersebut memberi pengertian
bahwa Alquran diturunkan Allah dalam bahasa Arab, teristimewa di dalamnya
bahasa Arab Quraisy. Bangsa Arab yang hidup pada masa awal turunnya Al-Qur'an,
memahami lafazh-lafazh Al-Qur'an dan susunan-susunannya sesuai dengan kemampuan
mereka tentang hal itu. Meskipun bangsa Arab paham terhadap Al-Qur'an, karena
diturunkan dengan bahasa mereka sendiri, tetapi tingkat pemahaman mereka
berbeda-beda sejalan dengan berbedanya kecerdasan, lama bergaul dengan
Rasulullah ditambah dengan kesungguhan atau tidaknya mereka dalam memahami
Al-Qur'an. Meskipun demikian, secara umum dapat dikemukakan di sini bahwa pada
masa Rasulullah SAW. masih hidup tidak ada kesulitan berarti yang dialami oleh
para sahabat. Alquran merupakan firman Allah yang disampaikan melalui malaikat
Jibril kepada Nabi Muhammad, yang di dalamnya terkandung ajaran pokok yang di
lembagakan untuk seluruh aktivitas hidup dan kehidupan. Alquran merupakan
sumber hukum yang pertama, sedangkan yang dimaksud dengan Al-Hadits ialah
perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullah juga sebagai sumber hukum yang
kedua. Alquran sebagai sumber ajaran Islam, berisi petunjuk bagi manusia menuju
ke arah jalan yang diridoi Allah. Maka Alquran telah mencakup berbagai masalah
baik yang menyangkut ibadah ritual atau ibadah sosial yang berisi
kemasyarakatan, termasuk ini di dalamnya tentang pendidikan banyak mendapat
tuntunan yang jelas di dalam Alquran. Sebagaimana firman Allah dalam surat
Al-Shad/38: 29.
Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu
penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. Jadi orang Islam
meletakkan Alquran dan Hadits menjadi dasar ilmu pendidikan Islam, karena kedua
sumber tersebut dijamin kebenarannya. Dasar Pendidikan
Islam dalam Hadis Rasullah saw. mengatakan bahwa beliau adalah guru didik.
Di samping itu sebagaimana Rasullah
sendiri kepada orang kafir- kafir yang tertawan akibat perang Badar, apabila ia
ingin bebas supaya terlebih dahulu mereka mau mengajarkan 10 orang Islam. Sikap
Rasul seperti tersebut di atas merupakan fakta bahwa Islam sangat mementingkan
adanya pendidikan dan pengajaran. Rasullah SAW. bersabda: “Barang siapa yang
menyembunyikan ilmunya maka Tuhan akan mengekangnya dengan kekang berapi” (HR.
Ibnu Majah).
Mengingat ilmu ini tidak hanya
menekankan pada segi teoritis saja, tetapi juga praktis. Ilmu Pendidikan Islam
termasuk ilmu praktis maka peserta didik diharapkan dapat menguasai ilmu
tersebut secara penuh baik teoritis maupun praktis, sehingga ia benar-benar
mampu memainkan peranannya dengan tepat dalam hidup dan kehidupan. Tujuan
Pendidikan Islam Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup
manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang
selalu bertakwa kepada-Nya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di
dunia dan akhirat.
Seperti firman Allah dalam surat
adh-Dhariyat/51: 56 yang artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. Ibadah itu tidak terbatas pada
menunaikan salat, puasa pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah haji,
serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal,
pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disadarkan) kepada Allah. Aspek
ibadah merupakan kewajiban orang Islam untuk mempelajarinya agar ia dapat
mengamalkannya dengan cara yang benar. Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup
seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan,
perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.
Komentar
Posting Komentar