Nama :
Mohammad Syahru Assabana
Prodi :
PAI-C
NIM :
21086030044
Mata Kuliah : Tafsir dan Hadits
Tarbawi
KONSEP
PENDIDIKAN MODERN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Pendidikan merupakan satu dari pembahasan-pembahasan yang ada
pada Al-Quran. Maka pas jika ayat yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi
Muhammad saw. adalah perintah untuk membaca. Di samping itu,
dalam Al-Quran juga banyak sekali kisah tentang para nabi yang mendidik
kaumnya, juga para ayah mendidik anak-anaknya sebagaimana Ibrahim mendidik
Ismail, Ibrahim mendidik Ishaq, Ishaq mendidik Ya’kub, Ya’kub mendidik kedua
belas anaknya termasuk di antaranya Yusuf AS. Tak luput pula, bagaimana Allah
menerangkan tentang pendidikan yang diberikan oleh Maryam kepada anaknya Isa
as. Juga Hajar kepada anaknya Ismail as.
Pendidikan
dalam Islam bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai insan yang bertakwa.
Sebab takwa merupakan sebaik-baik bekal untuk menghadapi hari esok. Tanpa takwa
manusia akan merasakan kesengsaraan yang amat pada hari mendatang. Inilah output sesungguhnya dari pendidikan dalam
Islam. Takwa yang memiliki maka berusaha untuk melaksanakan apa yang Allah
perintahkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya dan menjauhi
larangan-larangan-Nya sekuat tenaga inilah tujuan utama. Sebab, jika seseorang
sudah memiliki sifat taqwa, berarti pendidikan terhadapnya telah berhasil.
Pendidikan
juga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah
satunya sebagai media yang berfungsi menjadikan manusia lebih baik dari
sebelumnya. Peran penting lainnya adalah untuk memanusiakan manusia. Akan
tetapi, pada kenyataan sebagian orang hanya memahami secara garis besar hal-hal
yang berhubungan dengan pendidikan. Beberapa hanya mengetahui pendidikan
sebagai sarana belajar, terutama sarana belajar dalam bidang akademis. Sehingga
pengertian pendidikan secara mendasar kurang dipahami.
Secara
etimologi, pendidikan berasal dari kata didik, artinya bina mendapat awalan pen-,akhiran
–an, yang maknanya sifat dari perbuatan membina atau melatih. Pendidikan
diterjemahkan dari Bahasa Arab“Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang
berarti mengasuh, mendidik, memelihara.3 Sementara Ngalim Purwanto mengemukakan
pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak
untuk
memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
Dasar
atau landasan pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dari sumber ajaran Islam
itu sendiri, yakni Alquran dan Al-Hadits. Zakiyah Daradjat mengatakan bahwa,
landasan itu
terdiri dari Alquran dan Haids Nabi Muhammad yang dapat dikembangkan dengan
Ijtihad almaslaha al- mursalah, istihsan, qiyas dan sebagainya. Menurut Nur
Uhbiyati, dasar
pendidikan Islam secara garis besar ada 3 yaitu; Alquran, Haids, dan
Perundang-undangan
yang berlaku di negara kita.
Dasar Pendidikan Islam dalam Alquran
Hal
ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surat Ash- Shu’ara/26: 192-195 sebagai berikut,
yang artinya: Dan sesungguhnya al-Qur'an itu benar-benar diturunkan oleh Allah
semesta alam, dia dibawa turun oleh Ruh Al- Amin ke dalam hatimu (Muhammad)
agar kamu menjadi salah seorang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab
yang jelas.
Ayat tersebut memberi pengertian bahwa Alquran diturunkan Allah dalam bahasa
Arab,
teristimewa di dalamnya bahasa Arab Quraisy. Bangsa Arab yang hidup pada masa
awal
turunnya Al-Qur'an, memahami lafazh-lafazh Al-Qur'an dan susunan-susunannya
sesuai
dengan kemampuan mereka tentang hal itu.
Alquran
sebagai sumber ajaran Islam, berisi petunjuk bagi manusia menuju ke arah jalan
yang diridoi Allah. Maka Alquran telah mencakup berbagai masalah baik yang
menyangkut ibadah ritual atau ibadah sosial yang berisi kemasyarakatan,
termasuk ini di dalamnya tentang pendidikan banyak mendapat tuntunan yang jelas
di dalam Alquran. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Shad/38: 29 yang artinya: Ini adalah sebuah kitab yang
kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan
ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. Jadi
orang Islam meletakkan Alquran dan Hadits menjadi dasar ilmu pendidikan Islam,
karena kedua sumber tersebut dijamin kebenarannya.
Dasar Pendidikan Islam dalam Hadis
Rasullah
saw. mengatakan bahwa beliau adalah guru didik. hadis Rasul yang menjelaskan
tentang pendidikan dan pengajaran di antaranya sebagai berikut, Rasulullah
bersabda, yang artinya: Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda :“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, ayah dan ibunyalah yang menjadikan
Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari
penjelasan hadits tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Rasullah menjunjung
tinggi pendidikan dan memotivasi agar berkiprah pada dunia pendidikan dan
pengajaran dan
mewajibkan kepada umatnya untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran.
Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan
pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu
untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepada-Nya,
dan dapat
mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat.
Tujuan
hidup manusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti firman
Allah dalam surat adh-Dhariyat/51: 56 yang artinya: “Dan Aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Ibadah
itu tidak terbatas pada menunaikan salat, puasa pada bulan Ramadhan,
mengeluarkan zakat, ibadah haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya
ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau
disadarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang Islam untuk
mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar. Ibadah
ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang
dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang
disangkutkan dengan Allah. Pendidikan Islam harus mampu menciptakan manusia
muslim yang berilmu tinggi, dimana iman dan takwanya menjadi pengendali dalam
penerapan atau pengamalannya dalam masyarakat manusia.
Komentar
Posting Komentar