Langsung ke konten utama

KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF DALAM AL QURAN

 


PORTOFOLIO MINGGU KE -11

Nama               : FADLULLAH

Alamat             : Jln Pamijen Desa Sampih Kecamatan Susukan Lebak

E- Mail            :fadlufadlo@gmail.com

Semester          : 1( SATU) C

MATERI

KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF DALAM AL QURAN

 

Pertemuan masih dalam suasana daring, dengan tema yang cuku[ ramai dibicarakan yaitu kekerasan pendidikan  dalam al-Quran. Pembelajaran dimulai dengan presentasi dari Pa Nanang dan Arif. Pa Nanang menjelaskan konsep kekerasan melaui empat definisi, diantaranya: 

1) kekerasan yang sifatnya fisik, jenis ini adalah jenis yang paling bisa dilihat dan dilacak seperti menjewer kuping, menyelentik kuping dan lain sebagainya,

2) kedua kekerasan secara psikis, seperti penggunaan kata-kata keras dan kasar yang membuat kejiwaan anak melemah dan memang jenis ini tidak bisa dilihat oleh orang lain,

3) kekerasan seksual yakni tindakan yang berupa ancaman atau memaksa untuk melakukan hubungan seksual adanya kasus pelecehan seksual seperti memegang bagian vital peserta didik adalah contohnya,

4) kekerasan dalam ekonomi biasanya terjadi di lingkungan keluarga yakni jika orang tua anak memaksa anak di bawah umur untuk menghasilkan uang sendiri seperti contoh memaksa anak mengamen dijalanan dan lain sebagainya.

Selanjutnya ayat al-Quran yang diangkat adalah QS Ali Imran ayat 159, Konteks "lemah lembut" dan "musyawarah" menjadi titik perhatian dan dikolerasikan sebagai karakter pendidik agar tidak melakukan kekerasan. Namun secara konteks mungkin ayat ini tidak sebagai indikasi pendidikan. Namun bisa juga melihatnya sebagai karakter pendidikan dengan menempatkan al-Quran sumber/inspirasi pendidikan.

Diskusi semakin hangat karena ada yang benar-benar menafikan kekerasan dalam pendidikan, ada juga perbedaan pemhaman kekerasan dalam konteks pendidikan, tidak ketinggalan hubungan kekerasan dalam pendidikan dengan UU Perlindungan Anak serta HAM. Tentu semua perspektif dibolehkan, Dr Faqih kembali mengingatkan bahwa perspektif itu dibebaskan sebagai sebuah tesis sekalipun dengan syarat penguatan metodologinya.

Misal, pendapat kekerasan dalam pendidikan umur remaja (SMP/SMA) sebagai bentuk punishment diangga[ tepat sebagai pemebntukan karakter. Maka dengan metodologi perlu dikuatkan, misalnya denga hadits yang memerintahkan dipukul jika tidak solat pada umur 10 tahun, atau penguatan dengan sudut pandangan psikis, 

Pada intinya pembahasan kekerasan ini harus ditinjau banyak perspektif dan terbuka untuk kita membahasanya sebagai khazanah, khususnya dalam tafsir, terkait ayat atau hadits tertentu dapat sampai pada kesimpulan tertentu harus melalui metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...