Nama
: Umi Azizaturrosyidah
Prodi
:
PAI-C
NIM
: 21086030051
Mata Kuiah : Tafsir dan Hadits
Tarbawi
SYUKUR DALAM PERSPEKTIF
AL-QUR’AN
Ada tiga bentuk syukur
yaitu syukur dengan hati yaitu gambaran tentang hakekat, syukur dengan lisan
yaitu memuji nikmat apa yang didapatkan, dan syukur dalam bentuk perbuatan
yaitu menggunakan nikmat sesuai dengan batas-batas kewajaran.
Didalam
Al-Qur’an ditemukan penggunaan kata syukur berjumlah 75 kali beserta dengan
derivasi-nya yang tersebar pada 37 surah. Pada umumnya ayat yang menyebutkan
kata syukur selalu dinisbatkan kepada Allah. Hal ini sangat tepat karena dialah
satu-satunya pemberi nikmat. Meskipun ada juga yang menggandengkan dengan
manusia, tetapi pada dasarnya berasal dari Allah. Itulah sebabnya disamping
bersyukur kepada Allah, kita juga diperintahkan untuk berterimakasih kepada
manusia sebagai perantara pemberi nikmat. Dan ayat yang menjelaskan keterkaitan
antara syukur dengan manusia jumlahnya sedikit.
Kedua
kata ini “al-Syukr” dan “al-hamdulillah” meskipun sama-sama dipergunakan
sebagai ekspresi terima kasih terhadap nikmat yang didapat, tetapi tetap
memiliki makna yang berbeda. Quraisy syihab misalnya menyebutkan dalam bukunya
“Tafsir al-Qur’an al-Karim” bahwa kata hamd (pujian) disampaikan secara lisan
kepada yang bersangkutan walaupun ia tidak memberi apa-apa baik kepada si
pemuji maupun kepada yang lain. Sedang syukur pada dasarnya digunakan untuk
mengakui dengan tulus dan penuh penghormatan akan nikmat yang dianugrahkan oleh
yang disyukuri itu baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
Cara bersyukur kepada
Allah
1. Syukur
dengan hati
Syukur
dengan hati dilakukan dengan cara menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang
diberikan adalah semata-mata karena anugrah dan kemurahan Allah. Dalam surat an-nahl
: 53 Ibn katsir berpendapat dalam tafsirnya bahwa semua yang dimiliki oleh
manusia berupa kesehatan, rezeki, kemenangan semuanya datanag dari Allah, namun
kemudian ditimpakan kesusahan baru mengadu atau memohon kepada-Nya, karena
manusia tidak mampu mengeluarkan dari kesusahan tanpa pertolongan Allah.
Padahal mereka pada awalnya lupa terhadap Allah (kufur). Qs. Al-Isra’ : 67.
2. Syukur
dengan lidah
Didalam
al-Qur’an ada empat surat yang dimulai dengan al-hamdulillah selain dari surat
al-fatihah, masing-masing menggambarkan kelompok nikmat Allah, sekaligus
merupakan perincian dari kandungan nikmat yang dicakup oleh al-hamdulillah pada
surat al-fatihah. Keempat surat yang dimaksud adalah: Qs. Al-An’am : 1, Qs.
Al-Kahf : 1, Qs. Saba’ : 1, Qs. Fathir : 1.
Dari
semua ayat diatas mengindikasikan bahwa segala nikmat yang didapat senantiasa
dituntut untuk mengucapkan terima kasih, dan pujian yang ditunjukan kepada
Allah Swt menuntut pula pengakuan secara tulus dari dalam hati.
3. Syukur
melalui perbuatan
Yang
dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai
dengan tujuan penciptaan atau penganugrahanya. Memang untuk menjadi hamba yang
Syakur dalam arti mempergunakan anugrah Allah yang diberikanya, bukan suatu hal
yang mudah tetapi memerlukan suatu usaha untuk selalu mengingat Allah. Itulah
sebabnya dalam Qs.Saba’ : 13, ditutup dengan kalimat bahwa “hanya sedikit dari
hamba-hambaKu yang bersyukur” bahkan tidak jarang mereka berjanji untuk
bersyukur saat mereka menghadapi kesulitan.
Komentar
Posting Komentar