MANUSIA DALAM
PERSPSEKTIF AGAMA ISLAM
Nama
: Umi Azizaturrosyidah
Prodi
:
PAI-C
NIM
: 21086030051
Mata Kuliah : Tafsir dan Hadits
Tarbawi
Manusia,
pada hakikatnya sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, menurut kisah
yang diterangkan dalam sumber utama ajaran Islam yaitu Al-Quran, bahwa Allah
menciptakan manusia berikut dengan tugas-tugas mulia yang diembanya.
Allah
SWT sudah menciptakan manusia ahsanu taqwim, yaitu sebaik-baik cipta dan
menundukkan alam beserta isinya bagi manusia agar manusia dapat memelihara dan
mengelola serta melestarikan kelangsungan hidup di alam semesta ini.
Al-Quran
menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah dengan bermacam-macam istilah,
seperti : Turaab, Thieen, Shal-shal, dan Sulalah. Dapat diartikan sesungguhnya
Allah menciptakan jasad manusia dari berbagai macam unsur kimiawi yang ada pada
tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses berikutnya tidak terdapat dalam
Al-Quran secara rinci. Ayat-ayat Quran yang menyebutkan manusia diciptakan dari
tanah, pada umumnya hanya dipahami secara lahiriah saja. Menimbulkan pendapat
sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT berasal dari tanah, karena Allah
maha kuasa, segala sesuatu pasti dapat terjadi.
Manusia
Dalam pandangan Islam
Dalam
Al-Qur’an Allah SWT. menciptakan manusia dari sari pati yang berasal dari
tanah: Firman Allah : (QS. Al-Mukminun : 12-16). Dalam pandangan Islam, manusia
didefinisikan sebagai makhluk, mukalaf, mukaram, mukhaiyar, dan mujizat.
Manusia adalah makhluk yang mempunyai nilai-nilai fitri dan sifat-sifat
insaniayah, Selain itu juga tugas Manusia diciptakan yaitu untuk
mengimplementasikan tugas-tugas ilahiaah yang mengandung banyak kemaslahatan
dalam kehidupannya. Manusia membawa amanah dari Allah yang mesti
diimplementasikan pada kehidupan nyata. Keberadaan manusia didunia memiliki
tugas yang mulia, yaitu sebagai khilafah.
Manusia
adalah makhluk pilihan yang dimuliakan oleh Allah dari makhluk ciptaanNya yang
lainnya, dengan segala keistimewaan yang ada pada manusia, seperti akal manusia
yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, kemudian memilihnya.
Allah SWT menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya cipta (ahsanutaqwim), dan
menundukkan alam semesta baginya agar dia dapat memakmurkan dan memelihara
kemudian melestarikan keberlangsungan hidup di alam semesta ini. Dengan hatinya
manusia dapat memutuskan sesuatu sesuai dengan petunjuk Robbnya, dengan
raganya, diharapkan aktif untuk menciptakan karya besar dan tindakan yang
benar, hingga ia tetap pada posisi kemuliaan yang sudah diberikan Allah
kepadanya seperti ahsanu taqwim, ulul albab, rabbaniun dan lai-lain.
Tugas Manusia
Manusia,
di muka bumi ini mengemban tugas utama, yaitu beribadah dan mengabdi kepada
Allah SWT. Beribadah baik ibadah mahdoh yaitu menjaga hubungan manusia dengan
sang Maha Pencipta Allah SWT sedangkan ibadah ghaoiru mahdoh, merupakan usaha
sadar yang harus dilakukan oleh manusia sebagai makhluk sosial yaitu menjaga
hubungan baik dengan sesama manusia.
Manusia
diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di bumi disamping untuk beribadah,
juga harus mampu memelihara dan memakmurkan alam (Huud: 61). Kerusakan yang ada
di dunia, dan kerusakan di darat, maupun yang ada di lautan, tetapi oleh
tangantangan manusia yang keluar dari rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh
Allah. Benar, semua isi yang ada di muka bumi ini diciptakan oleh Allah SWT.
manusia yang sadar akan misi sucinya tersebut harus bisa mengendalikan hawa
nafsu dan tidak sebaliknya, diperbudak oleh hawa nafsu hingga tidak mampu
menjalankan tugas utamanya sebagai manusia.

Komentar
Posting Komentar