NIM : 21086030050
Prodi : PAI-C
Suasana mentari tidak terlalu
menyengat pada siang menjelang sore itu. Terlihat waktu menunjukan pukul 14.10
WIB tepat hari sabtu, tanggal 04 September 2021 menandakan pertemuan perkuliahan
pekan kedua. Meskipun terpisah oleh jarak dan waktu di masa pandemi ini,
komitmen mahasiswa S2 Pasca sarjana kelas PAI-C sangat telihat jelas semangat diwajah
mahasiswa untuk tetap mengikuti proses pembelajaran yang telah di jadwalkan
oleh lembaga pendidikan tinggi Insitus Agama Islam (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon
dengan menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring).
Pada awalnya terasa kaku dan segan untuk
saling tegur sapa di antara mahasiswa, karena belum saling mengenal karena didominasi
dari latar belakang yang berbeda baik karakter, usia, bahasa maupun asal tempat
tinggal. Tentunya, ini bukan menjadi sebuah penghalang bagi mahasiswa untuk
menjalin tali persaudaraan di kelas PAI-C. Namun demikian, akan menjadi sebuah
motivasi tersendiri untuk saling mencari tahu kelebihan dan kekurangan satu
sama lain.
Tiba saatnya perkuliahan di mulai,
dengan dosen yang belum mahasiswa kenal sebelumnya, namun ada beberapa
mahasiswa yang sudah mengenal beliau. Beliau adalah dosen pengampu mata kuliah
Tafsir Hadist Tarbawi yang bernama Bapak Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A
yang akan menemani kami selama 1 smester kedepan mengupas secara detail materi
tersebut. Namun sebelum kepembahasan materi, ada beberapa hal yang beliau
sampaikan baik kontrak belajar, motivasi dan prinsip dalam mengikuti proses
pembelajaran kuliah pasca sarjana S2 PAI-C.
Semangat saja tidak cukup untuk
meraih kesuksesan, tentunya harus ada dorongan kuat dalam diri seseorang, yang
di implementasikan dengan kiat sukses 3P, sebagai berikut :
1. Perencanaan
Setiap manusia mempunyai
pencapaian untuk meraih sebuah kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Tanpa
perencanaan yang tepat, tujuan tidak akan dapat dicapai secara efektif dan
efesien. Perencanaan bertujuan untuk menjamin agar tujuan yang telahditetapkan
dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tepat dan resiko yang kecil.
Sebagaimana yang terkandung di dalam
al-Qur’an surat al-Anfal [8] ayat : 60 “Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan kuda-kuda yang
ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh
Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;
sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah
niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya
(dirugikan).” Ayat ini memerintahkan kepada umat manusia agar mempersiapkan
diri untuk menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi dengan persiapan atau
perencanaan yang sempurna, sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan, sebab jika
melalaikan hal itu, maka akan merugi dan tidak mencapai kesuksesan yang di
harapkan.
2. Prioritas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “prioritas” berarti
yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain (Kompasiana.com).
Kata ini memiliki pengertian yang sederhana dan tegas. Merujuk pada Kamus Besar
Bahasa Indonesia, bahwa Prioritas adalah sebuah istilah dimana keadaan
seseorang atau sesuatu dianggap lebih penting dibandingkan yang lain. adapun
skala prioritas, merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang untuk
memudahkan kita dalam bertindak dan sesuai dengan kebutuhan. Semangat proses
pembelajaran menuju konsep merdeka belajar merupakan skala prioritas yang harus
dicapai oleh mahasiswa.
3. Pro aktif
Mahasiswa di tuntut harus memiliki sikap pro aktif dalam segala bidang
tidak hanya ketika proses pemebalajaran akan tetapi dapat diterapkan dalan
realita dilapangan untuk mengahadapi segala permasalahan baik isu-isu yang
berkaitan dibidang PAI maupun isu-isu yang berkembang di era digitalisasi. Tentunya
ini menjadi motivasi yang sangat besar bagi mahasiswa untuk terus melek
informasi dalam menyumbangkan ide dan gagasan terkait pengembangan isu-isu PAI.
Penjelasaan di atas dapat kita pahami bahwa konsep 3P dalam
penerapan semangat meraih merdeka belajar tidak cukup dari dorongan diri sendiri
(internal), tentunya harus ada dorongan dari luar (eksternal) untuk
mencapai target yang di harapkan. Selain
itu, mahasiswa harus dibekali mental yang kuat untuk menghadapi permasalahan
yang ada di lapangan masa kini. Kiat sukses selanjutnya adalah sebuah konsep
untuk menghadapi permasalahan yang di rangkum menjadi 4K antara lain :
1. Kritisisme (orang yang mampu
mengenali suatu masalah)
2. Kreatifisme (daya dorong
suatu pekerjaan)
3. Komunikatif (komunikasi
dengan orang disekililing)
4. Kolaborasi (saling mengembangkan
kemampuan)
Dalam semangat meraih merdeka
belajar ada langkah nyata yang di tuangkan pada konsep 3P dan 4K dan konsep
ini merupakan terobosan baru di era masa kini. Konsep tersebut agar menjadi
fundamental bagi pendidik maupun peserta didik di berbagai tingkatan lembaga
pendidikan untuk mencapai pendidikan yang memiliki pranata sosial yang kuat dan
menjadikan manusia yag berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab
tantangan zaman yang selalu berubah. Merujuk pada UU. 14 Tahun 2015 tentang
guru dan dosen; tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur
pendidikan formal, pendidkan dasar dan pendidikan menegah. Namun, di era
digitalisasi sekarang pendidik bukan lagi tempat satu-satunya untuk mendapat sumber
ilmu pengetahun.

Komentar
Posting Komentar