Langsung ke konten utama

Merdeka Adalah Naluri Setiap Manusia

 Nama                 : Ariyanto

Prodi                  : PAI  C

Mata Kuliah      : Tafsir dan Hadist Tarbawi

Puji dan syukur tentunya kita panjatkan kehadirat Allah swt dzat yang mengatur segala urusan mahluknya. Semoga kita menjadi hambanya yang pintar bersyukur dengan cara bertafakur terhadap segala pemberianNya yang tidak pernah kan terukur. Sholawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan terkasih, ikutan terbaik dan sumber inspirasi untuk segenap muslimin khususnya dan manusia pada umumnya, manusia terbaik yang telah menuntun kepada jalan yang lurus yakni habibana wanabiyana Muhammad SAW, semoga kita semua mendapatkan syafaat daripadanya di yaumil qiyamah insyaAllah,, aamiin.

Terima kasih banyak kepada al ustadz Dr H Faqihuddin yang telah memberikan pencerahan bagi kami mahasiswa yang haus akan ilmu pengetahuan. Beliau telah memberikan sebuah inspirasi kepada kami untuk senantiasa bergerak dan berubah, senantiasa menjadi pembelajar yang baik tidak hanya saat perkuliahan namun belajar sepanjang hayat harus menjadi pola fikir untuk mahasiswa khsusnya di PAI C. khususnya untuk diri saya pribadi merasakan suatu hal yang dapat diambil dan dijadikan sebagai bahan perenungan. Tentang bagaimana dan kemana kita menjadi dan harus seperti apa kita berbuat.

Untuk menguraikannya ada beberapa hal yang patut kita jadikan pedoman dalam meraih mimpi dan asa yang kan kita raih, poin-poin itu adalah apa yang telah disampaikan dari beliau :

1.      Perencanaan

Sudah semestinya kita sebagai pembelajar mesti memiliki perencanaan dalam hidup. Ya karena perencanaan itu hampir 50 % dari sesuatu hal yang akan kita jalankan menurut ilmu menejemen. Setidaknya jika kita memiliki rencana maka apapun yang akan kita lakukan minimal ada acuannya, ada sumber pijakannya. Dan hal ini tentunya memberikan kepada kita sebuah sikap yang akan kita ambil pada Langkah berikutnya. Sederhananya adalah coba kita perhatikan saat sseorang guru akan mengajar, pastilah memiliki perencanaan sebelum memulai pembelajaran, ada juga seorang pedagang pastilah memiliki perencanaan ketika akan memulai pekerjaannya, semua contoh diatas memungkinkan untuk kita memilki persiapan-persiapan untuk menjalankan Langkah apa yang akan kita ambil dan keputusan yang seperti apa yang akan kita buat. Konteks dari apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seorang pembelajar yang baik adalah mereka yang memiliki perencanaan-perencanaan dalam hidupnya sehingga apa yang kita kenal dengan action plan itu merupakan buah dari fikiran-fikiran yang menggelayuti memori akalnya yang itu semua bersumber dari hati dan pada saat yang sama perencanaan itu berbuah keinginan yang di dorong dengan tekad yang kuat lalu mengejewantah dalam perilaku dalam aksi nyata untuk mewujudkan apa yang menjadi kehendaknya. So milikilah perencanaan yang matang agar hidup memilki tujuan dan arah yang jelas. Sebagaimana firman Allah swt dalam Q.S 59 ayat 18 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk melakukan kehendak dari keimanan dan konsekwensinya yaitu tetap bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan dan dalam setiap keadaan serta memperhatikan perintah Allah baik syariat-Nya maupun batasan-Nya serta memperhatikan apa yang dapat memberi mereka manfaat dan membuat mereka celaka serta memperhatikan hasil dari amal yang baik dan amal yang buruk pada hari Kiamat. Karena ketika mereka menjadikan akhirat di hadapan matanya dan di depan hatinya, maka mereka akan bersungguh-sungguh memperbanyak amal yang dapat membuat mereka berbahagia di sana, menyingkirkan penghalang yang dapat memberhentikan mereka dari melakukan perjalanan atau menghalangi mereka atau bahkan memalingkan mereka darnya. Demikian juga, ketika mereka mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan, dimana amal mereka tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya dan tidak akan sia-sia serta diremehkan-Nya, maka yang demikian dapat membuat mereka semakin semangat beramal saleh.

 

Ayat ini merupakan asas dalam meintrospeksi diri, dan bahwa sepatutnya seorang hamba memeriksa amal yang dikerjakannya, ketika ia melihat ada yang cacat, maka segera disusul dengan mencabutnya, bertobat secara tulus (taubatan nashuha) dan berpaling dari segala sebab yang dapat membawa dirinya kepada cacat tersebut. Demikian juga ketika ia melihat kekurangan pada dirinya dalam menjalankan perintah Allah, maka ia mengerahkan kemampuannya sambil meminta pertolongan kepada Tuhannya untuk dapat menyempurnakan kekurangan itu dan memperbaikinya serta mengukur antara nikmat-nikmat Allah dan ihsan-Nya yang banyak dengan kekurangan pada amalnya, dimana hal itu akan membuatnya semakin malu kepada-Nya. Sungguh rugi seorang yang lalai terhadap masalah ini dan mirip dengan orang-orang yang lupa kepada Allah; lalai dari mengingat-Nya serta lalai dari memenuhi hak-Nya dan mendatangi keuntungan terbatas bagi dirinya dan hawa nafsunya sehingga mereka tidak mendapatkan keberuntungan, bahkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjadikan mereka lupa terhadap maslahat diri mereka, maka keadaan mereka menjadi melampaui batas, mereka pulang ke akhirat dengan membawa kerugian di dunia dan akhirat serta tertipu dengan tipuan yang sulit ditutupi, karena mereka adalah orang-orang yang fasik.[1]

 

2.      Prioritas

Sebuah sikap yang harus kita miliki sebagai pembelajar yang baik adalah menentukan prioritas. Prioritas dalam hidup, ini tentang apa saja yang akan kita lakukan dan kita perbuat dapat mengantarkan kepada target dan tujuan yang akan kita capai dalam hidup. Prioritas memberikan ruang untuk kita berfikir sebelum melakukan sesuatu, apakah itu bermanfaat dan mendekatkan kita pada capaian yang akan kita tuju atau sebaliknya membuat target yang kita tuju menjadi tidak tercapai. Ini semua membutuhkan komitmen yang jelas dan tekad yang kuat, karena pastilah jalan dalam mewujudkan cita-cita itu syarat dengan perjuangan dan pengorbanan. Kita harus memiliki mental seperti unta rohilah yang siap memikul beban yang berat untuk waktu yang cukup lama. Sebgaiamana hadis Rasulullah SAW yang patut menjadi bahan renungan untuk kita bersama :

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏

 ‏(‏إنما الناس كالإبل المائة‏‏ لا تكاد تجد فيها راحلة.( متفق عليه.

“Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya manusia seperti unta sebanyak seratus, hampir-hampir tidaklah engkau dapatkan diantara unta-unta tersebut, seekor pun yang layak untuk ditunggangi” (Muttafaqun ‘alaih).[2]

Jadi, saat kita sudah memiliki perencanaan dalam hidup dan membuat keputusan dalam hidup kita harus siap menerima segala konsekwensinya, dan diperlukan kesabaran yang dalam untuk menjalaninya, memiliki mental yang kuat seperti unta rohillah yang siap memikul beban sampai kita layak untuk disebut sebagai pemenang kehidupan.

3.      Pro Aktif

Sahabatku, ada sebuah idiom yang ini secara tidak langsung memberikan sebuah suntikan semangat kepada kita semuanya, yakni “Bergeraklah karena diam itu mematikan”. Sebuah ungkapan yang syarat akan makna mendalam jika kita mau sedikit saja merenunginya. Bahkan saya pernah membaca sebuah pesan imam asyafi’i yang mengatakan “jika air diam maka kekeruhanlah yang akan menghiasinya, tapi jika air itu mengalir maka kejernihanlah yang akan menghiasinya”.

Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah SWT semoga kita semua diberikan kemampuan untuk merealisasikan segala apa yang menjadi hajat kita semuanya dengan cara terus menerus bergerak, bekerja dan beramal sampai ajal kita tiba. Seorang pejuang yang gagah berani yang mengarungi samudera kehidupan luas ditengah hiruk pikuk gemerlapnya dunia yang mampu melalaikan Sebagian hambanya, maka kita bermohon kepadaNYa agar kita diberikan oleh Allah SWT kemanisan dalam berjuang, dalam beribadah dan dalam beramal di jalanNYa, sungguh jalan cinta para pejuang itu memang dihiasi dengan hambatan dan tantangan akan tetapi bagi mereka yang terus bergerak dan berjuang insyaAllah semuanya hanyalah fatamorgana yang tak nyata karena bagi mereka yang nyata adalah kenikmatan yang akan diperoleh nanti saat berjuma denganNya.

 

 

Poin-poin diatas yang saya sampaikan adalah sebuah kerangka berfikir bagi seorang pembelajar untuk meraih kemerdekaan hidup yang sesungguhnya. Tentunya masih banyak factor-faktor pendukung lainnya yang akan mengantarkan seseorang memperoleh kesuksesan dalam hidupnya. Yang memerlukan pembahasan yang Panjang jika harus diurai dan dituangkan dalam selembar kertas ini, seperti Kritis dalam berfikir, kreatifitas, komunikatif dan kolaboratif. insyaAllah akan saya coba uraikan pada tulisan-tulisan saya yang lain. Sahabatku, merdeka merupakan naluri setiap manusia, manusia menyukai kebebasan mereka tidak suka akan pengekangan, pendiktean dan lain sebagaianya yang semisal dengan itu. Akan tetapi kebebasan yang saya sampaikan diatas adalah merupakan manisfetasi perenungan seorang hamba al fakir, bahwa arti hakiki dari kebebasan itu adalah jika kita hidup dalam kehidupan bisa bersama dengan yang maha hidup dzat yang kekal yakni Allah swt. Kebebasan yang seiring dengan apa yang Allah swt inginkan kepada kita, bukan apa yang kita inginkan semata. So keep hamasah and being employee of Allah (sebenar-benar hamba)

Salam ta’dzim dan cinta semanis kurma untuk sahabatku semuanya….. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...