Nama :
Tedi Hidayat
Prodi :
PAI-C
NIM :
21086030050
Tafsir Tarbawi :
Konsep Al-Qur’an Tentang Pendidikan
Tafsir tarbawi merupakan ijtihad
akademisi tafsir, terus berupaya mendekati al-Qur'an sebagai sumber utama
melalui sudut pandang pendidikan, baik dari segi teoritik maupun praktik. Kunci
dalam memahami ajaran Islam adalah akal. Dalam hukum Islam, akan menjadi sumber
hukum yang ketiga. Selain al-Qur'an dan hadis, semua sumber hukum dalam Islam
adalah bersumber dari akal pikiran manusia melalui ijtihad. Ijtihad dalam
produk atau hasilnya berupa ijma', qiyas, maslahah mursalah, dan sebagainya. Ijtihad
ini diharapkan dapat mewacanakan sebuah paradigma tentang konsep pendidikan
yang dilandaskan kepada kitab suci al-Qur'an. Dengan demikian, petunjuk kitab
suci diharapkan mampu di implementasikan sebagai nilai-nilai dasar dalam
pendidikan. Jika wacana ini dapat dilihat sebagai nominasi alternatif suatu
model pendekatan, tafsir tarbawi dapat dijadikan sebuah tawaran dalam proses
kajian dan pembelajaran kitab suci dengan menggunakan pisau analisis pendidikan
(logo analysis educative).
Al-Qur'an memandang bahwa pendidikan
merupakan persoalan pertama dan utama dalam membangun dan memperbaiki kondisi
umat manusia di dunia. Ajaran yang terkandung di dalamnya mencakup akidah
tauhid, akhlak mulia, dan aturan-aturan mengenai hubungan vertikal dan
horizontal ditanamkannya melalui pendidikan tersebut. Itu berarti pendidikan
merupakan kata kunci untuk kemajuan bangsa karena maju tidaknya suatu bangsa
selalu diukur dengan mutu dan penyelenggaraan pendidikan yang dimiliki suatu
bangsa. Pendidikan yang ditawarkan al-Qur'an memperlihatkan perbedaan yang
cukup berarti jika dibandingkan dengan pendidikan konvensional. Perbedaan itu
terlihat jelas pada prinsip dasar pembangunan pendidikan tersebut, pendekatan
belajar, orientasi penyelenggaraannya dan sumber ilmunya.
Prinsip dasar pendidikan Islam adalah
akidah tauhid dan Islam memandang ilmu yang dipelajari bersumber dari Allah.
Maka pembelajarannya bercorak imani, dan pendekatan dalam pembelajarannya
bernuansa akidah tauhid. Demikian pula orientasinya yang juga menuju penguatan
keimanan, dan pembelajarannya selalu dilakukan dengan pendekatan spiritual.
Sebab, Islam memandang bahwa ilmu itu bersumber dari Allah, maka spiritual
menjadi suatu pendekatan yang tidak dapat diabaikan. Prinsip utama pembangunan
dan penyelenggaraan pendidikan Islam adalah akidah tauhid, ini berarti bahwa
pendidikan dalam perspektif al-Qur'an bukan penguasaan ilmu, tetapi penanaman
dan pengembangan akidah tauhid. Ilmu dipandang hanya sebagai alat transformasi
pembangunan akidah tersebut melalui wadah pendidikan. Karena itu keberhasilan
pendidikan tidak hanya ditandai dengan penguasaan pengetahuan tetapi juga mencerminkan
keimanan kepada Allah.

Komentar
Posting Komentar