Klas : PAI C
Tugas : Protofolio Tafsir Hadis Tabrawi
Bismillahirahmanirahim…
Almadulillah dalam kesempatan yang luar biasa
ini saya di tuntut untuk belajar menulis kembali oleh dosen luar biasa yang saya
kenal sebagai salah satu Ulama Perempua
Indonesia Dr. KH. Faqih Abdul
Qdir, Lc. Setelah sekian lama dan entah tahun berapa saya pernah iseng menulis
karna terinsfirasi oleh Guru saya di pesantren, Perempuan yang sangat saya
banggakan karna kepaiawannya dalam menulis yang berawal dari tulisan yang cukup
ringan tapi nyatanya mempunyai makna yang sangat luar biasa di setiap goresan
penanya. Yakni Ibunda Hj. Masriyah Amva.
Dalam pertemuan pertama mata kuliah tafsir
hadist tabrawi pada hari sabtu tanggal 04 september 2021 sekitar jam 12;10 wib
via zoom meeting. Kebetulan sekali jaringan internet pada waktu itu tiba-tiba
kurang bersahabat. Padahal mata kuliah ini yang sangat saya tunggu-tunggu sejak
di umumkannya jadwal mata kuliah di klas PAI C berikut nama-nama dosennya. yang
kebetulan di klas PAI C ada salah satu dosen yang mempunyai karya-karya tulis
yang luar biasa seperti bapak Dr. KH. Faqih Abdul Qdir, Lc dan Buya Husain yang
sangat menggugah dan membangunkan lagi niat saya untuk bisa belajar di pasca
sarjana IAIN Syekh Nurdjati ini.
Karna bagai mana pun niat adalah sumber dari keberhasilan setiap
pencapaian. Meskipun pada kesemptan pembahasan kemerin jika niat saja tidak
cukup. Akan tetapi harus ada salah satu bentuk aplikatif dari kekuatan niat
yang dapat dilakukan dengan orientasi belajar merdeka dengan konsep 3 P :
-
Perencanaan :
Perencanaan yang baik akan
menjadikan hasil yang baik sebaliknya gagal dalam perencanaan sebanding dengan
merencankan kegagalan. Allah Swt pun menyebutkan dalam beberapa ayatNya terkait
bagaimana kita semuanya manusia harus benar-benar merencanakan kehidupan sampa
kematian kita, salah satunya tercantum dalam surat al-hasyr ayat 18.
Syekh Imam Muhammad
Ghozali yaitu ulama terkemuka di Mesir pernah menyampaikan dalam sebuah
tulisannya yaitu “ hayaatuka min sun’I afkkarika” bahwasannya kehidupanmu
merupakan buah dari pemikiranmu. Artinya kehidupan bisa kita rancang dan atur
polanya untuk disetting sebaik mungkin sehingga kematian menjemput pun kita
rancang untuk bias husnul khotimah.
-
Prioritas :
Allah Swt telah memberikan
waktu kepada seluruh makhlukNya dengan begitu adil dan rata, tak kecuali
manusia. Dalam waktu 24 jam yang diberikan jangan sampai berjalan atau pun
lewat begitu saja tanpa ada manfaatnya, sekiranya kita dapat menggunakan dengan
sebaik-baiknya. Sering kita melihat fenomena saat ini manusia banyak terlena
dengan teknologi yang sering kita sebut dengan smart phone. Berbagai
macam aplikasi sosial media dan game dengan mudah tersajikan dan dalam
genggaman sehingga sering melupakan kewajiban, tugas dan arah tujuan.
Dalam islam kita mengenal fiqh
aulawiyah yaitu mengedapankan skala prioritas atas waktu dan kesempatan
yang ada. Sebagai mahasiswa tentunya harus bisa menentukan skala prioritas
dalam mengatur waktu sebaik-baiknya. Adapun salah satu cara agar bisa maksimal
dalam menentukan skala prioritas yaitu dengan membuat daftar/list agenda harian
mulai dari bangun sampai menjelang tidur kembali dan dapat mudah untuk bisa
mengevaluasi sendiri segala kekurangan dan kesalahan di hari tersebut.
Salah satu bentuk study
kasus terkait bagaimana kehidupan kita tanpa dibarengi dengan skala prioritas
adalah ketika kita hendak pergi ke mall atau super market yang dengan seenaknya
tangan ini mengambil barang-barang yang bukan jadi bahan pokok kebutuhan kita
pribadi maupun keluarga sehingga berdampak kepada membangkaknya
pengeluaran anggaran bulanan keluarga
juga tidak efisennya waktu. Sebaliknya jika kita sudah melist daftar
pembelanjaan dan kebutuhan rumah tangga bulanan dengan menentukan skala
prioritas selain dapat menghemat anggaran juga dapat menghemat waktu dan
kesempatan.
-
Pro aktif :
Sebagai mahasiswa dengan
orientasi belajar merdeka hendaknya memiliki peran serta secara pro aktif dalam
semua kegiatan positif yang ada baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat.
Sikap pro aktif ini harus dimiliki oleh semua orang terutama sebagai mahasiswa
karena sikap ini akan melahirkan kepekaan social yang tinggi, percaya diri
serta mampu memberikan kontribusi yang baik untuk lingkungan sekitar dimana
kita berada.
Sikap pro aktif mahasiswa
tidak hanya dengan melakukan demonstrasi akan tetapi dengan hadirnya di kelas
perkuliahan dan memiliki adab yang baik kepada dosen dengan aktif bertanya dan
menggapi jika diberikan kesempatan.
Disamping itu juga sikap pro aktif mahasiswa ini dapat dilakukan dengan
benar-benar memiliki ruh sebagai mahasiswa yang memiliki semboyan the agent
of change yaitu agen perubahan untuk memperbaiki diri, keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan memiliki orientasi belajar merdeka 3P tersebut, maka
akan melahirkan sikap 4K yang harus dimiliki oleh para pencari ilmu agar
bisa menggapai keridhoan Allah Swt dan meraih kesuksesan, yaitu :
1.
Kritisme
Kritisme merupakan sikap
yang lahir dari buah pemikiran rasionalisme. Rasionalisme sendiri merupakan
bagian filsafat dan daya nalar yang benar dan harus dapat dibuktikan dengan
data-data akurat tanpa ada hoax didalamnya.
Sikap kritis harus
dimiliki oleh seorang mahasiswa karena akan memberikan kebenaran-kebenaran dan
realita yang ada baik berupa informasi langsung, media maupun sumber lainnya
yang akurat dan dapat dipercaya untuk memperjuangkan kebenaran dan menghalau
informasi berupa hoax atau kesalahan dalam memahami apa yang dibaca. Sikap kritis
di kelas pun perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa akan tetapi kritisme dan
metode penyampaian harus dengan adab yang baik dan sumber yang jelas.
2.
Kreatif
Kritisme akan melahirkan
sikap kreatif hal ini wajib dimiliki oleh setiap orang terutama mahasiswa
sebagai agen perubahan dan pencari ilmu. Kreatif akan mendorong seseorang untuk
terus meningkatkan segala kompetensi yang dimilikinya karena akan menyesuaikan
degan lingungan sekitar dimana ia berada.
Orang kreatif pasti
memiliki sikap kritisme karena dengan sendirinya terbangun untuk menciptakan
lingkungan yang lebih baik sesuai aturan agama dan norma yang berlaku. Ditangan
orang kreatif akan menumbuhkan kebahagiaan, warna yang berbeda dan terus
berinovasi untuk menciptakan kebaikan-kebaikan meskipun dalam keadaan suka
maupun duka. Sejatinya inovasi tiada henti merupakan buah dari orang-orang
kreatif.
Sejatinya orang kuliah
adalah orang-orang malas karena belajar sepanjang hayat yang tidak mengenal
waktu dan tempat, bisa dimana saja dan kapan saja. Hanya saja dengan kuliah ini
mahasiswa dituntut untuk terus belajar dan kreatif mengatur waktu dengan skala
prioritas dan sebaik-baiknya.
3.
Komunikasi
Sikap yang harus dimilik
dari buah orientasi belajar merdeka yang tak kalah pentingnya yaitu
komunikasi. Baik buruknya seseorang
dapat dilihat dari bagaimana ia berkomunikasi dan memberikan gagasan sebagai
buah dari pikirannya. Komunikasi verbal melalui indra mulut yang Allah Swt
anugrahkan kepada kita harus benar-benar digunakan dengan sebaik-baiknya karena
mulut ini merupakan cerminan dari hati dan sifat seseorang.
Rasulullah Saw pun pernah
mengingatkan dalam hadistnya : “bahwa selamatnya seorang muslim dengan muslim
yang lainnya yaitu ketika mampu menjaga tangan dan lidahnya”. Maka dengan ini sejatinya seorang mahasiswa
dituntut untuk memberikan rasa aman dan pencerahan baik dalam komunikasi lisan
maupun tulisannya.
4.
Kolaborisme
Hidup adalah perjuangan,
hidup penuh tantangan dan hidup penuh dengan persaingan. Maka tugas kita sebagai
mahasiswa harus menjawab semua hal tersebut, mampu mengkolaborasikan berbagai
macam pemikiran, adat istiadat dan perbedaan baik dilingkungan keluarga maupun
masyarakat.
Perbedaan adalah suatu
keniscayaan yang pasti akan kita temukan kapanpun dan dimanapun karena hal
tersebut sudah Allah Swt sampaikan dalam firmanNya QS al-hujurat ayat 13,
bahwasanya Allah Swt menciptakan manusia baik laki-laki dan perempuan dengan
bersuku-suku dan berbangsa untuk saling mengenal. Ayat ini sudah jelas
menyampaikan bahwasannya manusia diciptakan dengan berbeda-beda tinggal kita
mampu untuk bisa mengkolaborasinya dengan baik.
Dalam satu kelas tentunya
berbeda latar belakang, dalam bisnis tentunya berbeda dalam sudut pandang dan
cara, dalam bemasyarakat banyak berbeda dalam pola dan kebiasaan dan dalam
berbangsa dan bernegara pun banyak ditemukan perbedaan-perbedaan. Semua itu
jangan dijadikan sebagai saingan terlebih dengan menggunakan menghalalkan
berbagai macam cara, akan tetapi dengan kolaborasi akan tercipta keindahan, kenyamanan
dan keutuhuhan berbangsa dan bernegara.
Demikian yang dapat
disampaiakan, terimakasih atas segala perhatian serta mohon maaf jika banyak
kesalahan tentunya saran dan masukan untuk perbaikan sangat diharapkan.

Komentar
Posting Komentar