Nama : Mohammad Syahru
Assabana
Prodi : PAI-C
NIM : 21086030044
Mata Kuliah : Tafsir dan Hadits Tarbawi
SYUKUR
DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Thank you very much, syukran jazilan, dan terima
kasih banyak merupakan kalimat ekspresi kesyukuran di pelbagai negara atas
pertolongan moral dan moril yang diberikan kepadanya. Kalimat ekspresi
kesyukuran tersebut identik dengan kesyukuran seorang manusia dengan manusia
lainnya. Berterima kasih kepada
manusia juga merupakan sebuah jalan bersyukur kepada
Allah swt. dan menghargai diri sendiri. Bahkan, menjadi keharusan sebagai
hamba-Nya.
Pandangan
hadis dan pendapat cendekiawan musim tentang syukur beraneka ragam. Akan tetapi
bagaimana pandangan al-Qur’an tentang syukur, apakah sama dengan pandangan yang
dipahami oleh hadis dan pendapat cendekiawan musim atau bagaimana. Oleh karena
itu, makalah ini membahas tentang syukur dan dibutuhkan sebuah pembahasan
sistematik dengan metode tafsir mawdu’i. Makalah ini didominasi dengan ayat dan
kandungan ayat tentang syukur, sebagai pendukung disertai hadis dan ijtihad
ulama. Ada tiga bentuk syukur yaitu syukur
dengan hati yaitu gambaran tentang hakekat, syukur dengan lisan yaitu memuji
nikmat apa yang didapatkan, dan syukur dalam bentuk perbuatan yaitu menggunakan
nikmat sesuai dengan batas-batas kewajaran.
Didalam Al-Qur’an ditemukan
penggunaan kata syukur berjumlah 75 kali beserta dengan derivasi-nya yang
tersebar pada 37 surah. Pada umumnya ayat yang menyebutkan kata syukur selalu
dinisbatkan kepada Allah. Hal ini sangat tepat karena dialah satu-satunya
pemberi nikmat. Meskipun ada juga yang menggandengkan dengan manusia, tetapi
pada dasarnya berasal dari Allah. Itulah sebabnya disamping bersyukur kepada
Allah, kita juga diperintahkan untuk berterimakasih kepada manusia sebagai
perantara pemberi nikmat. Dan ayat yang menjelaskan keterkaitan antara syukur
dengan manusia jumlahnya sedikit.
Kedua kata ini “al-Syukr” dan
“al-hamdulillah” meskipun sama-sama dipergunakan sebagai ekspresi terima kasih
terhadap nikmat yang didapat, tetapi tetap memiliki makna yang berbeda. Quraisy
syihab misalnya menyebutkan dalam bukunya “Tafsir al-Qur’an al-Karim” bahwa
kata hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan walaupun
ia tidak memberi apa-apa baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain. Sedang
syukur pada dasarnya digunakan untuk mengakui dengan tulus dan penuh
penghormatan akan nikmat yang dianugrahkan oleh yang disyukuri itu baik dengan
kata-kata maupun dengan perbuatan.
Cara bersyukur
kepada Allah
1. Syukur
dengan hati
Syukur
dengan hati dilakukan dengan cara menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang
diberikan adalah semata-mata karena anugrah dan kemurahan Allah. Dalam surat an-nahl
: 53 Ibn katsir berpendapat dalam tafsirnya bahwa semua yang dimiliki oleh
manusia berupa kesehatan, rezeki, kemenangan semuanya datanag dari Allah, namun
kemudian ditimpakan kesusahan baru mengadu atau memohon kepada-Nya, karena
manusia tidak mampu mengeluarkan dari kesusahan tanpa pertolongan Allah.
Padahal mereka pada awalnya lupa terhadap Allah (kufur). Qs. Al-Isra’ : 67.
2. Syukur
dengan lidah
Didalam
al-Qur’an ada empat surat yang dimulai dengan al-hamdulillah selain dari surat
al-fatihah, masing-masing menggambarkan kelompok nikmat Allah, sekaligus
merupakan perincian dari kandungan nikmat yang dicakup oleh al-hamdulillah pada
surat al-fatihah. Keempat surat yang dimaksud adalah: Qs. Al-An’am : 1, Qs.
Al-Kahf : 1, Qs. Saba’ : 1, Qs. Fathir : 1.
Dari
semua ayat diatas mengindikasikan bahwa segala nikmat yang didapat senantiasa
dituntut untuk mengucapkan terima kasih, dan pujian yang ditunjukan kepada
Allah Swt menuntut pula pengakuan secara tulus dari dalam hati.
3. Syukur
melalui perbuatan
Yang
dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai
dengan tujuan penciptaan atau penganugrahanya. Memang untuk menjadi hamba yang
Syakur dalam arti mempergunakan anugrah Allah yang diberikanya, bukan suatu hal
yang mudah tetapi memerlukan suatu usaha untuk selalu mengingat Allah. Itulah
sebabnya dalam Qs.Saba’ : 13, ditutup dengan kalimat bahwa “hanya sedikit dari
hamba-hambaKu yang bersyukur” bahkan tidak jarang mereka berjanji untuk
bersyukur saat mereka menghadapi kesulitan.
Komentar
Posting Komentar