Langsung ke konten utama

REMAJA DAN PERGAULAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

 


Nama                    :EEM NURAVIPAH

Prodi                     : PAI-C

NIM                       : 21086030040

Mata Kuliah         : Tafsir dan Hadits Tarbawi

 REMAJA DAN PERGAULAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Assalamu’alaikum sahabat remaja dan para orang tua yang dimulyakan Allah swt. Dalam pekan ini kita membahas tentang pergaulan remaja, dan kitapun perlu tau bagaimana pergaulan remaja dalam perspektif pendidikan islam. Baik untuk remaja maupun orang tua. Agar kita tidak terjerumus oleh hal-hal yang tidak kita inginkan. Mari kita baca dan pelajari sekarang sobat.

Islam sebagai satu-satunya agama yang universal, telah membicarakan berbagai macam kehidupan manusia termasuk masalah pergaulan. Mengingat pentingnya pergaulan bagi setiap pribadi muslim, Islam telah menempatkannya sebagai bahagian terpenting dalam kehidupan manusia, sejak dari zaman Rasulullah sampai sekarang ini. Allah SWT mengutus Muhammad Rasulullah SAW adalah untuk memperbaiki budi pekerti umat manusia. Dalam sebuah hadits ditegaskan bahwa salah satu tugas misi nubuwwah beliau adalah untuk memperbaiki budi pekerti yang mulia. Yang artinya Artinya: Dari Abi Hurairah ra, Ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia". (HR. Bukhari)”

Upaya pembinaan ke arah ketaqwaan dan beretika harus dilakukan pada setiap pribadi muslim sejak dini. Bila hal tersebut menjadi realita dalam kehidupan umat, maka akan lahirlah para generasi penerus bangsa yang bermoral sekaligus menjadi panutan bagi umat beragama lainnya. Untuk mengatasi dekedensi moral tersebut, umat Islam harus disadarkan tanggung jawabnya dalam membimbing dirinya, keluarganya dan orang lain serta mewujudkan dunia ini menjadi tempat yang aman untuk kebahagiaan umat manusia seluruhnya.

Masalah pergaulan anak remaja mendapat tempat yang paling penting dalam pendidikan Islam dewasa ini. Dalam penerapannya, selain berpedoman pada konsep Al-Qur’an dan hadits, juga perlu diterapkan ide-ide pemikiran dari para tokoh pemikir dalam dunia Islam. Para ulama dan moralis Islam telah mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan pergaulan menurut persepsi dan pendekatan (approach) mereka masing-masing. Namun semua mereka telah mengarahkan umat Islam pada tujuan yang sama, yaitu mencari keredhaan Allah SWT.

Menurut konsep Al-Qur’an pergaulan merupakan “suatu sikap yang mencerminkan kelembutan dan kerendahan hati dengan tidak menampilkan sifat-sifat yang tidak baik seperti sombong, angkuh lagi membanggakan diri. Sedangkan remaja menurut pengertian global remaja adalah anak-anak yang sudah mulai beranjak dewasa tetapi masih memerlukan arahan dan bimbingan dari pihak lain”. Oleh karena itu, dalam pergaulan remaja seharusnya memperlihatkan prilaku yang esensial dalam kehidupannya, baik dalam wujud individu, keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan bernegara.

Lingkungan keluarga merupakan fondasi awal, dan yang paling kuat pengaruhnya terhadap pendidikan remaja. Hal ini disebabkan karena keluarga merupakan lingkungan pertama seorang remaja melakukan interaksi. Dalam hal ini orang tualah yang berperan utama dalam memberi pendidikan kepada remaja, keteladanan orang tua akan menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan remaja. Sabda Rasulullah: yang Artinya: Hadits Abu Salamah Ibn Abdurrahman dari Abu Hurairah ra. berkata: Bersabda Rasulullah saw, Tidaklah anak yang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka ibu bapaknyalah yang menjadikan Yahudi dan Nasrani atau Majusi. (H.R. Bukhari).

Oleh karena itu kedudukan orang tua sangat berperan dalam membentuk pribadi remaja, baik dan buruknya seorang remaja tergantung dibawah kendali orang tuanya. Bambang Mulyono mengatakan bahwa “keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental dalam kehidupan manusia”.

Para orang tua, kaum pendidik dan penegak hukum sering dipusingkan dengan masalah remaja. Berbagai kasus kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang (narkoba), pemerkosaan, perkelahian, perampokan, dan sebagainya. Masalahnya kembali kepada akhlak remaja itu sendiri. Remaja yang nakal biasanya remaja yang tidak mempunyai akhlak. Sebaliknya tidak sedikit pula remaja yang menyejukkan pandangan mata, karena kesopanan, dan tingkah lakunya yang baik dan selalu berbuat kebaikan. Remaja yang demikian adalah remaja yang saleh, yang berakhlak.

Di dalam kehidupannya manusia butuh pada orang lain, dalam hal ini manusia disebut zoon polition (makhluk sosial), segala sisi kehidupan remaja tidak pernah terlepas dari masyarakat sosial. Lingkungan utama yang akan dilewati remaja adalah lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat beradaptasi yang pertama bagi seseorang, pada masa ini ia harus dapat memahami posisinya yang bukan lagi seorang kanak-kanak. Ia tidak boleh berpangku sepenuhnya lagi kepada keluarganya.

Pada umumnya, masyarakat mengangap bahwa tugas orang tua di rumah adalah mendidik dan menanamkan nilai-nilai positif yang menyadarkan serta mengarahkan anak bersifat positif karena pada kenyataannya anak merupakan amanat dari Allah SWT bagi kedua orang tua. Seorang anak membutuhkan komunikasi yang intim, perhatian dan motivasi yang maksimal dari orang tuanya untuk menentukan kepribadiannya. Orang tua mengemban tugas dan tanggung jawab dalam proses pembentukan kepribadian anak tersebut.

Pergaulan remaja menurut konsep Islam haruslah selalu berpedoman sesuai dengan Al-Quran dan Hadits, karena Islam telah mengatur cara-cara berakhlak yang baik dan bergaul yang benar. Setiap aktifitas mereka dalam bergaul, bermain, berorganisasi dan mengembangkan kreativitas dan kepribadiannya selalu dalam nuansa-nuansa Islam. Sebab mereka secara langsung maupun tidak langsung sudah terkader untuk menda’wahkan Islam, sehingga menjadi generasi muda muslim yang siap menerima amanah dalam mensyi’arkan Islam.

Pergaulan anak remaja menurut tinjauan pendidikan Islam haruslah diatur dan dibimbing oleh berbagai pihak, di antaranya yang paling bertanggung jawab dalam hal pembentukan kepribadian remaja tersebut ialah orang tua atau keluarga, guru, dan masyarakat. Sebab ketiganya merupakan orang yang sangat penting dalam mengarahkan remaja untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik dengan memberikan pendidikan-pendidikan islam yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits.

Inilah sobat sedikit penjelasan tentang pergaulan remaja, semoga kita bisa bergaul dengan baik dan bisa membawa teman-teman kita menjadi orang yang lebih baik lagi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...