Nama
: Umi Azizaturrosyidah
Prodi
:
PAI-C
NIM
: 21086030051
Mata Kuliah : Tafsir dan Hadits
Tarbawi
PERGAULAN REMAJA DALAM
PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Assalamu’alaikum
sahabat remaja dan para orang tua yang dimulyakan Allah swt. Dalam pekan ini
kita membahas tentang pergaulan remaja, dan kitapun perlu tau bagaimana
pergaulan remaja dalam perspektif pendidikan islam. Baik untuk remaja maupun
orang tua. Agar kita tidak terjerumus oleh hal-hal yang tidak kita inginkan.
Mari kita baca dan pelajari sekarang sobat.
Islam
sebagai satu-satunya agama yang universal, telah membicarakan berbagai macam
kehidupan manusia termasuk masalah pergaulan. Mengingat pentingnya pergaulan
bagi setiap pribadi muslim, Islam telah menempatkannya sebagai bahagian
terpenting dalam kehidupan manusia, sejak dari zaman Rasulullah sampai sekarang
ini. Allah SWT mengutus Muhammad Rasulullah SAW adalah untuk memperbaiki budi
pekerti umat manusia. Dalam sebuah hadits ditegaskan bahwa salah satu tugas
misi nubuwwah beliau adalah untuk memperbaiki budi pekerti yang mulia. Yang
artinya Artinya: Dari Abi Hurairah ra, Ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Aku
diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia". (HR. Bukhari)”
Upaya
pembinaan ke arah ketaqwaan dan beretika harus dilakukan pada setiap pribadi
muslim sejak dini. Bila hal tersebut menjadi realita dalam kehidupan umat, maka
akan lahirlah para generasi penerus bangsa yang bermoral sekaligus menjadi
panutan bagi umat beragama lainnya. Untuk mengatasi dekedensi moral tersebut,
umat Islam harus disadarkan tanggung jawabnya dalam membimbing dirinya,
keluarganya dan orang lain serta mewujudkan dunia ini menjadi tempat yang aman
untuk kebahagiaan umat manusia seluruhnya.
Masalah
pergaulan anak remaja mendapat tempat yang paling penting dalam pendidikan
Islam dewasa ini. Dalam penerapannya, selain berpedoman pada konsep Al-Qur’an
dan hadits, juga perlu diterapkan ide-ide pemikiran dari para tokoh pemikir
dalam dunia Islam. Para ulama dan moralis Islam telah mengutarakan hal-hal yang
berhubungan dengan pergaulan menurut persepsi dan pendekatan (approach) mereka
masing-masing. Namun semua mereka telah mengarahkan umat Islam pada tujuan yang
sama, yaitu mencari keredhaan Allah SWT.
Menurut
konsep Al-Qur’an pergaulan merupakan “suatu sikap yang mencerminkan kelembutan
dan kerendahan hati dengan tidak menampilkan sifat-sifat yang tidak baik
seperti sombong, angkuh lagi membanggakan diri. Sedangkan remaja menurut
pengertian global remaja adalah anak-anak yang sudah mulai beranjak dewasa
tetapi masih memerlukan arahan dan bimbingan dari pihak lain”. Oleh karena itu,
dalam pergaulan remaja seharusnya memperlihatkan prilaku yang esensial dalam
kehidupannya, baik dalam wujud individu, keluarga, masyarakat maupun dalam
kehidupan bernegara.
Lingkungan
keluarga merupakan fondasi awal, dan yang paling kuat pengaruhnya terhadap
pendidikan remaja. Hal ini disebabkan karena keluarga merupakan lingkungan
pertama seorang remaja melakukan interaksi. Dalam hal ini orang tualah yang
berperan utama dalam memberi pendidikan kepada remaja, keteladanan orang tua
akan menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan remaja. Sabda Rasulullah: yang
Artinya: Hadits Abu Salamah Ibn Abdurrahman dari Abu Hurairah ra. berkata: Bersabda
Rasulullah saw, Tidaklah anak yang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah,
maka ibu bapaknyalah yang menjadikan Yahudi dan Nasrani atau Majusi. (H.R.
Bukhari).
Oleh
karena itu kedudukan orang tua sangat berperan dalam membentuk pribadi remaja,
baik dan buruknya seorang remaja tergantung dibawah kendali orang tuanya.
Bambang Mulyono mengatakan bahwa “keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di
dalam masyarakat tetapi menempati kedudukan yang primer dan fundamental dalam
kehidupan manusia”.
Para
orang tua, kaum pendidik dan penegak hukum sering dipusingkan dengan masalah
remaja. Berbagai kasus kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan obat-obat
terlarang (narkoba), pemerkosaan, perkelahian, perampokan, dan sebagainya.
Masalahnya kembali kepada akhlak remaja itu sendiri. Remaja yang nakal biasanya
remaja yang tidak mempunyai akhlak. Sebaliknya tidak sedikit pula remaja yang
menyejukkan pandangan mata, karena kesopanan, dan tingkah lakunya yang baik dan
selalu berbuat kebaikan. Remaja yang demikian adalah remaja yang saleh, yang
berakhlak.
Di
dalam kehidupannya manusia butuh pada orang lain, dalam hal ini manusia disebut
zoon polition (makhluk sosial), segala sisi kehidupan remaja tidak pernah
terlepas dari masyarakat sosial. Lingkungan utama yang akan dilewati remaja
adalah lingkungan keluarga. Keluarga adalah tempat beradaptasi yang pertama
bagi seseorang, pada masa ini ia harus dapat memahami posisinya yang bukan lagi
seorang kanak-kanak. Ia tidak boleh berpangku sepenuhnya lagi kepada
keluarganya.
Pada
umumnya, masyarakat mengangap bahwa tugas orang tua di rumah adalah mendidik
dan menanamkan nilai-nilai positif yang menyadarkan serta mengarahkan anak
bersifat positif karena pada kenyataannya anak merupakan amanat dari Allah SWT
bagi kedua orang tua. Seorang anak membutuhkan komunikasi yang intim, perhatian
dan motivasi yang maksimal dari orang tuanya untuk menentukan kepribadiannya.
Orang tua mengemban tugas dan tanggung jawab dalam proses pembentukan
kepribadian anak tersebut.
Pergaulan
remaja menurut konsep Islam haruslah selalu berpedoman sesuai dengan Al-Quran
dan Hadits, karena Islam telah mengatur cara-cara berakhlak yang baik dan
bergaul yang benar. Setiap aktifitas mereka dalam bergaul, bermain,
berorganisasi dan mengembangkan kreativitas dan kepribadiannya selalu dalam
nuansa-nuansa Islam. Sebab mereka secara langsung maupun tidak langsung sudah
terkader untuk menda’wahkan Islam, sehingga menjadi generasi muda muslim yang
siap menerima amanah dalam mensyi’arkan Islam.
Pergaulan
anak remaja menurut tinjauan pendidikan Islam haruslah diatur dan dibimbing
oleh berbagai pihak, di antaranya yang paling bertanggung jawab dalam hal
pembentukan kepribadian remaja tersebut ialah orang tua atau keluarga, guru,
dan masyarakat. Sebab ketiganya merupakan orang yang sangat penting dalam
mengarahkan remaja untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik dengan
memberikan pendidikan-pendidikan islam yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits.
Inilah
sobat sedikit penjelasan tentang pergaulan remaja, semoga kita bisa bergaul
dengan baik dan bisa membawa teman-teman kita menjadi orang yang lebih baik
lagi.
Komentar
Posting Komentar