Nama : Mohamad Imron
NIM : 21086030043
ISLAM ADALAH AGAMA YANG
SEMPURNA
Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya ada ajaran-ajaran mulia
yang mengandung tuntunan ideal bagi orang-orang Islam, bahkan bagi seluruh
manusia di muka bumi. Jika melihat ajaran Islam, maka kita mendapati ada aspek
vertikal dan ada pula aspek horizontal.
Aspek vertikal dalam agama Islam atau sering disebut dengan hablun
minallah adalah hubungan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang harus
dijaga dengan menaati dan menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah
ditetapkan-Nya, seperti shalat lima waktu yang kita kerjakan setiap hari, puasa
Ramadhan, ibadah haji dan lain-lain. Adapun aspek horizontal atau yang sering
disebut dengan hablun minannas, adalah hubungan kita dengan manusia yang harus
dijaga. Dua aspek ini sangat penting kita pelihara, sehingga hubungan kita
kepada Allah maupun hamba-Nya selalu terpelihara. Berangkat dari sini, dengan
menjaga dua aspek hubungan vertikal dan horizontal, maka akan tercipta masyarakat
yang tenteram dan damai.
Berbicara hal yang telah disebutkan, salah satu aspek yang kadang tidak
dipandang penting oleh sebagian dari kita adalah hubungan sesama manusia di
antara kita, salah satunya mengenai penghormatan kita kepada perempuan.
Beberapa waktu lalu kita dapati kabar soal korban pelecehan seksual. Peristiwa
ini bukanlah hal yang baru di dunia ini. Namun, pantaskah kita sebagai muslim
yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menganggap normal perbuatan
tersebut? Tentu tidak! Islam mengajarkan kita untuk menghormati semua manusia,
baik laki-laki dan perempuan, tanpa pandang bulu. Islam menempatkan perempuan
di posisi yang mulia, sebagaimana laki-laki. Keduanya adalah makhluk ciptaan
Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak berhak bagi laki-laki untuk berbuat senonoh
kepada perempuan, begitu pun sebaliknya. Laki-laki harus menghormati perempuan,
begitu pun sebaliknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk
menghormati perempuan. Salah satunya adalah dengan menyadarkan kita atas
pentingnya menghormati ibu kita, dan ibu kita adalah seorang perempuan, maka
perempuan haruslah dihormati oleh kita semua. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ، فَقَالَ: مَنْ أَحَقُّ
النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَةٍ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قاَلَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ
أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ:
ثُمَّ أَبُوْكَ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Artinya, “Seorang sahabat datang kepada Nabi saw,
kemudian bertanya: ‘Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?’ Nabi
saw menjawab: ‘Ibumu’. Kemudian siapa wahai Nabi?’ ‘Ibumu’, jawab Nabi lagi.
‘Kemudian siapa lagi wahai Nabi?’’ ‘Ibumu". Kemudian siapa wahai Nabi?’
‘Bapakmu’, jawab Nabi kemudian’." (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dalam
hadis lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghimbau kepada para
suami untuk memuliakan istrinya dengan berbuat baik kepada mereka. Apabila ia
memberi nasihat, maka harus menasihati dengan cara yang baik, tidak
membentak-bentak istri. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اسْتَوْصُوا
بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Artinya: “Perlakukanlah wanita dengan baik.” (HR
Muslim).
Di hadis lain
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ
لِلنِّسَاءِ (رواه الحكيم عن ابن عباس)
Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik
kepada perempuan.” (HR al-Hakim dari Ibnu Abbas).
Islam adalah agama kasih sayang pembawa rahmat bagi
alam semesta. Islam membawa petunjuk bagi manusia untuk menuju kehidupan yang
lebih baik setelah sebelumnya terkungkung pada adat istiadat zaman jahiliah
yang penuh dengan kezaliman. Pada zaman jahiliah, perempuan amatlah tidak
berharga dan hina. Fakta-fakta sejarah mengungkapkan, beribu tahun sebelum
Islam datang, khususnya di zaman Jahiliah, perempuan dipandang tidak memiliki
kemanusiaan yang utuh. Mereka tidak berhak bersuara, tidak berhak berkarya, dan
tidak berhak memiliki harta. Pada masa itu, banyak orang tua yang menguburkan
anak perempuannya secara hidup-hidup karena khawatir menanggung malu. Budaya
jahiliah merendahkan perempuan dan memandangnya sebagai makhluk hina.
Islam
hadir membela kelompok tertindas baik secara kultural maupun struktural. Di
antara kelompok yang tertindas pada masa sebelum Islam adalah perempuan. Tidak
heran jika misi Rasulullah saw banyak berkaitan dengan upaya-upaya pembelaan
dan pemberdayaan kaum perempuan. Islam datang memproklamirkan kemanusiaan
perempuan sebagai manusia utuh. Mengenai keadilan terhadap seluruh manusia,
Allah subhanahu wa ta’ala sangat adil ketika menghitung amalan orang-orang
beriman, baik laki-laki atau pun perempuan, jika mereka berbuat baik maka akan
masuk surga. Dalam Al-Quran surah Surat al-Mu’min Ayat 40 Allah berfirman:
وَمَنْ عَمِلَ
صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya, “Siapa pun yang mengerjakan amal yang saleh
baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka
akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (QS al-Mu’min:
40).
Sebagai
orang yang beragama Islam dan beriman kepada Allah, marilah kita hormati
perempuan, jaga hak-haknya. Jangan biarkan kasus pelecehan seksual terhadap
perempuan kembali muncul di tengah-tengah kita. Terkait pelecehan seksual,
Mufti Mesir, Syauqi Ibrahim Allam menyatakan:
فَالتَّحَرُّشُ
الْجِنْسِيُّ بِالمَرْأَةِ مِنَ الْكَبَائِرِ، وَمِنْ أَشْنَعِ الأَفْعَالِ
وَأَقْبَحِهَا فِي نَظْرِ الشَّرْعِ الشَّرِيْفِ، وَلَا يَصْدَرُ هَذَا الْفِعْلُ
إِلَّا عَنْ ذَوِي النُّفُوْسِ المَرِيْضَةِ وَالأَهْوَاءِ الدَّنِيْئَةِ الَّتِي
تَتَوجَّهُ هِمَّتُهَا إِلَى التَّلَطُّخِ وَالتَّدَنُّسِ بِأوْحَالِ الشَّهَوَاتِ
بِطَرِيقةٍ بَهِيْمِيَّةٍ وَبِلَا ضَابطٍ عَقْليٍّ أو إنْسَانِيّ
Artinya: “Kekerasan seksual terhadap perempuan
termasuk dosa besar, dan tindakan yang paling keji dan buruk dalam pandangan
syariat. Kekerasan seksual hanya lahir dari jiwa-jiwa yang sakit dan
birahi-birahi rendahan sehingga keinginannya hanya menghamburkan syahwat dengan
cara binatang, di luar nalar logis dan nalar kemanusiaan”.
Marilah kita sama-sama mencegah kekerasan seksual. Di
mulai dari sendiri, kemudian mengajarkannya kepada orang-orang di sekitar kita
akan pentingnya menghormati dan menjaga hak-hak perempuan. Dengan demikian,
kita telah menjaga hubungan baik dengan Allah dan juga hamba-hamba-Nya,
sehingga kehidupan sosial masyarakat di tengah-tengah kita menjadi aman dan
tenteram. Tentunya di bawah naungan kasih sayang dan keridhaan Allah subhanahu
wa ta’ala.
Komentar
Posting Komentar