Langsung ke konten utama

BERSYUKUR DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

 


Nama                    :EEM NURAVIPAH

Prodi                     : PAI-C

NIM                       : 21086030040

Mata Kuiah          : Tafsir dan Hadits Tarbawi    

 

BERSYUKUR DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

            Ada tiga bentuk syukur yaitu syukur dengan hati yaitu gambaran tentang hakekat, syukur dengan lisan yaitu memuji nikmat apa yang didapatkan, dan syukur dalam bentuk perbuatan yaitu menggunakan nikmat sesuai dengan batas-batas kewajaran.

Didalam Al-Qur’an ditemukan penggunaan kata syukur berjumlah 75 kali beserta dengan derivasi-nya yang tersebar pada 37 surah. Pada umumnya ayat yang menyebutkan kata syukur selalu dinisbatkan kepada Allah. Hal ini sangat tepat karena dialah satu-satunya pemberi nikmat. Meskipun ada juga yang menggandengkan dengan manusia, tetapi pada dasarnya berasal dari Allah. Itulah sebabnya disamping bersyukur kepada Allah, kita juga diperintahkan untuk berterimakasih kepada manusia sebagai perantara pemberi nikmat. Dan ayat yang menjelaskan keterkaitan antara syukur dengan manusia jumlahnya sedikit.

Kedua kata ini “al-Syukr” dan “al-hamdulillah” meskipun sama-sama dipergunakan sebagai ekspresi terima kasih terhadap nikmat yang didapat, tetapi tetap memiliki makna yang berbeda. Quraisy syihab misalnya menyebutkan dalam bukunya “Tafsir al-Qur’an al-Karim” bahwa kata hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan walaupun ia tidak memberi apa-apa baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain. Sedang syukur pada dasarnya digunakan untuk mengakui dengan tulus dan penuh penghormatan akan nikmat yang dianugrahkan oleh yang disyukuri itu baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.

 

 

 

Cara – Cara bersyukur kepada Allah

1.      Syukur dengan hati

Syukur dengan hati dilakukan dengan cara menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diberikan adalah semata-mata karena anugrah dan kemurahan Allah. Dalam surat an-nahl : 53 Ibn katsir berpendapat dalam tafsirnya bahwa semua yang dimiliki oleh manusia berupa kesehatan, rezeki, kemenangan semuanya datanag dari Allah, namun kemudian ditimpakan kesusahan baru mengadu atau memohon kepada-Nya, karena manusia tidak mampu mengeluarkan dari kesusahan tanpa pertolongan Allah. Padahal mereka pada awalnya lupa terhadap Allah (kufur). Qs. Al-Isra’ : 67.

2.      Syukur dengan lidah

Didalam al-Qur’an ada empat surat yang dimulai dengan al-hamdulillah selain dari surat al-fatihah, masing-masing menggambarkan kelompok nikmat Allah, sekaligus merupakan perincian dari kandungan nikmat yang dicakup oleh al-hamdulillah pada surat al-fatihah. Keempat surat yang dimaksud adalah: Qs. Al-An’am : 1, Qs. Al-Kahf : 1, Qs. Saba’ : 1, Qs. Fathir : 1.

Dari semua ayat diatas mengindikasikan bahwa segala nikmat yang didapat senantiasa dituntut untuk mengucapkan terima kasih, dan pujian yang ditunjukan kepada Allah Swt menuntut pula pengakuan secara tulus dari dalam hati.

3.      Syukur melalui perbuatan

Yang dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugrahanya. Memang untuk menjadi hamba yang Syakur dalam arti mempergunakan anugrah Allah yang diberikanya, bukan suatu hal yang mudah tetapi memerlukan suatu usaha untuk selalu mengingat Allah. Itulah sebabnya dalam Qs.Saba’ : 13, ditutup dengan kalimat bahwa “hanya sedikit dari hamba-hambaKu yang bersyukur” bahkan tidak jarang mereka berjanji untuk bersyukur saat mereka menghadapi kesulitan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Welcome To Campus Merdeka

Nama                  : Muhammad Faiz Amali NIM                    : 21086030046 Mata Kuliah    : Tafsir dan Hadis Tarbawi Pengampu           : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, M.A   Welcome To Campus Merdeka             Selama ini pada dasarnya sebuah kampus sendiri menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS yang hampir keseluruhan mengharuskan adanya kegiatan belajar didalam kelas. Ini menunjukkan kurangnya kemerdekaan belajar yang harus dijalankan oleh setiap mahasiswa dalam melakukan pembelajarannya.   Apa itu Merdeka belajar?                       Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendiikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit sert...

HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

  Nama                           : Mohammad Syahru Assabana Prodi                            : PAI-C NIM                             : 210860300 44 Mata Kuliah               : Tafsir dan Hadits Tarbawi   HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS   Haid adalah darah yang dikeluarkan dari rahim apabila perempuan telah mencapai usia balig. Setiap bulan perempuan mengalami masa-masa haid dalam waktu tertentu. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umumnya adalah enam atau tu...

Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis

  Nama                    : Umi Azizaturrosyidah Prodi                     : PAI-C NIM                       : 21086030051 Mata Kuiah           : Tafsir dan Hadits Tarbawi      Haid (Menstruasi) dalam Tinjauan Hadis Kewenangan dan hak pada perempuan dalam menentukan pilihan dan mengontrol tubuh, seksualitas, dan alat serta fungsi reproduksinya dapat dimulai dari adanya penelitian tentang hak reproduksi. Salah satu permasalahan yang dilekatkan pada perempuan adalah haid (menstruasi). Haid (menstruasi) merupakan siklus biologis-kodrati yang dialami perempuan dalam kelangsungan kesehatan reproduksi perempuan. Menstruasi sesungguhnya merupakan proses biologis yang terkait dengan pencapaian pematangan seks, kesuburan, kesehatan tubuh, dan perubahan (p...